Pertempuran Hamas-Israel 7 Oktober

  • 30 Des 2023 13:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pada pagi hari tanggal 7 Oktober 2023, pejuang Palestina pimpinan Hamas melancarkan invasi besar-besaran terhadap Israel dari Jalur Gaza. Barisan pejuang Palestina menerobos tembok pembatas Gaza-Israel dan memaksa masuk melalui penyeberangan perbatasan Gaza.

Hamas juga menuju pemukiman terdekat dan instalasi militer Israel, dan menamai penyerbuan ini dengan sebutan Operasi Banjir Al-Aqsa. Ini menjadi konflik langsung pertama di wilayah Israel sejak Perang Arab-Israel tahun 1948.

Permusuhan dimulai dengan serangan ribuan roket terhadap Israel. Hamas mengklaim menembakkan 5.000 roket yang diikuti masuknya sejumlah kendaraan ke wilayah Israel.

Menerima serangan mendadak pada Hari Yom Kippur, membuat Israel kecolongan. Setidaknya 240 sandera berhasil dibawa Hamas ke kawasan Gaza baik dari warga sipil dan militer dari serangan tersebut.

Pemerintah Israel membalasnya dengan pernyataan perang dengan melakukan Operasi Pedang Besi ke utara Jalur Gaza, Palestina. Israel menggelar serbuan artileri udara yang menargetkan banyak tempat, termasuk gedung-gedung permukiman dan rumah sakit.

Rumah Sakit Indonesia yang berada di utara Jalur Gaza termasuk salah satu yang menjadi sasaran. Setelah 49 hari pertempuran dengan lebih dari 15.000 warga Gaza tewas, Hamas dan Israel sepakat menggelar jeda kemanusiaan.

Jeda kemanusiaan ini berlangsung tujuh hari dari tanggal 24 November hingga 1 Desember 2023. Jeda ini menghasilkan pembebasan 105 warga sipil Israel dari tawanan Hamas.

Mereka termasuk 81 warga Israel, 23 warga negara Thailand, dan satu warga Filipina. Sebagai imbalan atas pembebasan para sandera tersebut, Israel membebaskan 210 tahanan Palestina.

Pada 9 Desember lalu, Israel mengatakan Hamas masih menahan 137 sandera di Gaza. Usai jeda kemanusiaan, pertempuran kembali berlanjut, bahkan semakin sengit dengan korban terutama dari warga Gaza, Palestina.

Bantuan kemanusiaan dari lembaga PBB dan dunia yang sebelumnya mengalir saat jeda tersebut, kembali tertahan. Menurut penilaian terbaru WHO, Gaza memiliki 13 rumah sakit yang berfungsi secara parsial.

WHO juga mendapati dua rumah sakit berfungsi minimal dan 21 tidak berfungsi sama sekali. Lokasi pertempuran juga semakin meluas tidak hanya di utara Gaza, namun juga menjangkau kawasan selatan dan tengah.

Laporan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada 29 Desember, menunjukkan total 21.320 orang tewas dan 55.603 terluka. Lebih dari 7.000 warga Gaza masih hilang hingga kini dan dikhawatirkan ikut tewas.

Untuk kawasan Tepi Barat Palestina, jumlah korban tewas akibat serangan Israel mencapai 316 orang dan luka-luka 3.800 orang. Jumlah korban di Israel sejak 7 Oktober mencapai 1.139 orang, menurut lembaga militer dan badan keamanan sosial Israel.

Sementara, jumlah tentara Israel yang tewas sejak serangan darat Israel 31 Oktober mencapai 167 tentara dengan 921 luka-luka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....