Erdogan Tolak Kebijakan Israel Kurangi Jumlah Penduduk Gaza
- 23 Nov 2023 02:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turki tidak bisa menerima kebijakan Israel. Khususnya dalam mengurangi jumlah penduduk Palestina di Jalur Gaza, Palestina.
"Kami tidak bisa dan tidak akan menoleransi kebijakan Negara Israel, yang terus-menerus menduduki, merampas tanah. Serta membantai kaum tertindas, agar Gaza tidak berpenghuni," kata Erdogan seperti dilansir Anadolu, Rabu (22/11/2023).
Erdogan mengadakan lawatan satu hari ke ibu kota Aljazair di Algiers guna bertemu dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune. Serta menghadiri pertemuan kedua kerja sama tingkat tinggi Turki-Aljazair di mana kedua presiden membahas serangan Israel di Gaza.
Menurut Erdogan, serangan yang merenggut lebih dari 13.000 nyawa warga Palestina telah mengungkapkan wajah asli. Khususnya tujuan sebenarnya Israel dan para pendukungnya.
"Dalam hal ini, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan para penguasa Israel. Tentu tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman," ujarnya.
Menurutnya, semua negara bertindak hati-hati, termasuk dunia Islam. Ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan Israel tak lagi melakukan kekejaman serupa.
"Kita perlu menyadari hal ini untuk selamanya, Israel adalah negara teroris. Tidak perlu ragu untuk mengatakan ini, ini kebenaran yang kita tahu, ini lah masalahnya," ucapnya.
Erdogan menegaskan Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu harus dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda. Dia juga mengatakan Turki tak akan melupakan senjata nuklir dan bom atom yang keberadaannya disangkal oleh para menteri Israel.
"Netanyahu sudah lenyap. Bahkan rakyat Israel tidak lagi mendukung Netanyahu," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....