Puluhan Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di India

  • 07 Okt 2023 00:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Banjir bandang akibat luapan danau glasier di Pegunungan Himalaya, India, telah merenggut nyawa sedikitnya 40 orang, kata pejabat setempat, Jumat (6/10/2023). Danau Lhonak di Negara Bagian Sikkim itu meluap pada Rabu setelah diterjang longsoran salju akibat hujan deras, dan luapannya membuat banjir besar di Sungai Teesta.

Pemerintah setempat mengatakan bencana tersebut telah mempengaruhi kehidupan 22.000 orang di Sikkim, negara bagian dengan panorama indah. Kejadian itu muncul di tengah pengerjaan proyek sistem peringatan dini banjir glasier di Danau Lhonak, kata pejabat yang terlibat dalam proyek itu kepada Reuters.

"Sistem itu diharapkan bisa memberi lebih banyak waktu bagi masyarakat untuk mengungsi jika terjadi bencana. Pemerintah setempat sebelumnya mencatat 18 kematian pada Kamis (5/10/2023)," tulis laporan tersebut seperti dilansir Reuters, Jumat (6/10/2023).

Sedangkan pemerintah negara bagian tetangganya, Benggala Barat, mengatakan bahwa 22 jenazah lain telah terbawa arus ke sana. Diperkirakan, 75 orang masih belum ditemukan.

Tseten Bhutia, seorang pejabat di negara bagian itu, mengatakan bahwa ketinggian air sudah surut di beberapa kawasan. Tetapi Sikkim utara terputus total.

"Tim bantuan tidak dapat mencapai daerah terdampak di sana. Jaringan ponsel dan telepon tidak berfungsi, sedangkan sekitar 2.400 orang telah dievakuasi dan 7.600 orang berada di tempat-tempat pengungsian," katanya kepada Reuters lewat telepon.

Kantor-kantor swasta dan pemerintah di Sikkim utara telah ditutup hingga 15 Oktober. Apalagi banjir bandang telah menghanyutkan 15 jembatan di negara bagian itu, sehingga menghambat upaya penyelamatan.

Diketahui, semua jembatan di daerah hilir pembangkit listrik tenaga air NHPC Teesta-V tenggelam atau hanyut. Militer India mengatakan mereka berencana mengevakuasi hampir 1.500 wisatawan dengan menggunakan helikopter saat cuaca membaik.

Juru bicara Kementerian Pertahanan India mengungkapkan, perlengkapan militer, termasuk senjata dan bahan peledak, ikut terbawa arus Sungai Teesta. Sebuah mortir yang diambil orang di Benggala Barat meledak dan menewaskan seorang anak dan melukai enam orang.

Departemen Meteorologi India mengatakan Sikkim menerima curah hujan sebanyak 101 mm dalam lima hari pertama Oktober, lebih dari dua kali lipat dari biasanya. Hujan deras telah menimbulkan banjir yang lebih parah daripada banjir pada Oktober 1968 ketika 1.000 orang diperkirakan tewas.

Sikkim, negara bagian kecil berpenduduk 650.000 jiwa dengan mayoritas penganut Buddha, terletak di pegunungan antara Nepal, Bhutan, dan Tiongkok. Wilayah itu tidak bisa diakses dari Siliguri di Benggala Barat karena jalan utama yang menghubungkannya dengan wilayah India lainnya hancur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....