Empat WNI Dibebaskan Pembajak Somalia, Menlu Tata: Keberhasilan Diplomasi

  • 07 Okt 2026 14:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kemlu RI memfasilitasi kepulangan 4 WNI kru kapal MT Honour 25 yang telah dibebaskan dari pembajakan di Somalia. Seluruh kru, didampingi Duta Besar RI Nairobi, tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 6 Oktober 2026.

Setibanya di Indonesia, keempat kru disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono. Menlu RI menyebut proses pembebasan memerlukan waktu panjang dan melibatkan diplomasi serta koordinasi dengan berbagai pihak.

“Sejak awal Kemlu RI telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Koordinasi kita tidak saja dilakukan dengan Pemerintah Somalia dan pemilik kapal. Namun, juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal,” ujar diplomat yang akrab disapa Tata ini.

Secara khusus, Menlu Tata turut menyampaikan apresiasi kepada Menko PMK Sugiono yang pada saat proses penanganan kasus masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. “Pak Menko Sugiono, yang pada saat itu adalah Menlu, langsung memimpin dan memberikan perhatian yang sangat tinggi dalam proses perundingan dan upaya-upaya pembebasan para ABK ini,” ucapnya.

Selain itu, Menlu Tata juga mengapresiasi kepada kapten kapal atas kepemimpinannya selama masa penyanderaan. “Serta kepada keluarga para kru atas kesabaran mereka selama hampir enam bulan menantikan kepastian mengenai kondisi anggota keluarganya,” kata Menlu RI.

Pada kesempatan yang sama Menko PMK Sugiono menyampaikan rasa syukur atas kepulangan keempat WNI setelah hampir enam bulan mengalami penyanderaan. Menko PMK juga akan memastikan tindak lanjut proses pemulangan, termasuk perawatan kesehatan bagi para WNI, dapat terlaksana dengan baik.

“Setelah melalui perjalanan panjang, saudara-saudara kita bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air. Ke pangkuan keluarga mereka tercinta,” ujar Menko PMK Sugiono.

Penyambutan dilanjutkan dengan prosesi serah terima kru kapal dari Kemlu RI kepada perwakilan keluarga. Selanjutnya, seluruh kru dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Sejak 21 April 2026, Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi melakukan serangkaian upaya pembebasan kapal beserta seluruh kru. Yakni, melalui koordinasi intensif dengan otoritas dan berbagai pihak di Somalia, serta pendekatan kepada perwakilan negara asal para kru.

Upaya tersebut berujung pada pembebasan para kru pada 29 September 2026 melalui operasi yang dilakukan otoritas Puntland. Kemlu RI bersama Kementerian Perhubungan juga melaksanakan rangkaian kegiatan family engagement pada 5–7 Mei, 8–11 Juni, serta 15 September 2026.

“Kemlu RI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Somalia dan otoritas Puntland, Kemenhub RI, Komisi I DPR RI, Perwakilan RI terkait, dan pihak pemilik kapal. Kemudian, pemerintah negara asal kru lainnya, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembebasan dan pemulangan para kru,” ujar Menlu Tata menambahkan.

Sementara, ABK yang dibajak tersebut terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....