Melihat dari Dekat Kapal Perang Rusia, Warga Antusias Soal Teknologi Torpedo

  • 02 Okt 2026 22:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • labuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak diramaikan oleh antusiasme warga yang penasaran melihat secara langsung kapal perang Angkatan Laut Rusia.
  • Banyaknya warga yang memadati area pelabuhan pun sempat mengejutkan pihak militer Rusia.
  • Hubungan militer kedua negara merupakan fondasi penting dalam kerja sama strategis yang terus berkembang secara berkesinambungan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendadak diramaikan oleh antusiasme warga yang penasaran melihat secara langsung kapal perang Angkatan Laut Rusia. Yakni, kapal frigat Marshal Shaposhnikov, kapal perusak (destroyer) Admiral Tributs, dan kapal tanker Pechenga, membuka geladaknya untuk publik dalam program Open Ship Day, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kesempatan langka ini disambut hangat oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Warga rela mengantre demi melangkahkan kaki ke atas kapal perang dan berinteraksi langsung dengan para perwira militer Rusia.

Bima, salah satu pengunjung asal Depok yang datang ke lokasi, mengaku sangat terkesan dengan sambutan para kru kapal. Bagi Bima, pengalaman menaiki kapal frigat dan kapal perusak ini memberikan wawasan baru yang luar biasa.

"Seru sih, jadi kita di sini ada dua kapal ya, ada frigate sama destroyer, kita naik disambut hangat sama para perwiranya yang ada di sini. Dijelaskan juga dari sistem-sistemnya, fasilitas, dan kelengkapan. Juga tugas-tugas kapal ini sama berlayar itu apa aja," ujar Bima kepada RRI.

Tak hanya melihat interior kapal, teknologi persenjataan Rusia juga menjadi daya tarik utama bagi Bima. Ia menyoroti kecanggihan spesialisasi kapal yang dirancang khusus untuk mendeteksi ancaman bawah laut.

"Yang paling membuat menarik itu mereka mengedepankan sekali soal teknologi torpedonya, mereka fokus untuk kapal selam. Jadi, untuk teknologi mengincar kapal selam itu yang dikuasai mereka untuk di teknologi torpedonya itu," kata Bima menambahkan.

Banyaknya warga yang memadati area pelabuhan pun sempat mengejutkan pihak militer Rusia. Wakil Komandan Pasukan Wilayah Timur Laut Armada Pasifik, Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Indonesia.

"Kami senang banyak pengunjung yang hadir dan kami tidak menyangka mereka akan sebanyak itu. Tujuan kapal Rusia ke sini yaitu untuk tujuan perdamaian, kunjungan kapal Rusia ini tidak anti dari negara manapun," kata Evgeny Myasoedov dalam konferensi pers di sela-sela program “Open Ship Day”.

Ia juga menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan sekadar memamerkan armada laut. Melainkan bentuk jembatan persahabatan antar kedua negara melalui berbagai kegiatan interaktif.

"Namun juga untuk pertukaran perwira, pertemuan-pertemuan terkait, bahkan pertandingan persahabatan sepak bola. Kita membangun jembatan, kita mengembangkan kerja sama antara negara kita dan lebih dekat," ucap Evgeny seraya menambahkan Malaysia akan menjadi negara yang akan dikunjungi setelah rampung bersandar di Jakarta pada 4 Oktober mendatang.

Antusiasme warga ini sejalan dengan komitmen diplomatik yang disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov. Menurutnya, hubungan militer kedua negara merupakan fondasi penting dalam kerja sama strategis yang terus berkembang secara berkesinambungan.

"Mengenai kerja sama pertahanan militer dan teknis-militer kita, tentu saja saya percaya ini adalah bagian integral dari kemitraan hubungan antarnegara antara Rusia dan Indonesia. Kami terus mendiskusikan apa yang bisa kami lakukan untuk satu sama lain, tidak hanya untuk Angkatan Laut, tetapi juga untuk Angkatan Udara dan Angkatan Darat," ujar Sergei Tolchenov dalam kesempatan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....