Ini Pesan Penting Dino Patti Djalal untuk Menlu Arrmanatha

  • 02 Okt 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal menyambut baik dilantiknya Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.
  • Menurut Dino, politik luar negeri Indonesia harus menunjukkan karakter kebangsaan yang berani.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal menyambut baik dilantiknya Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri. Ia memberi ucapan kepada Arrmantha atas amanah baru sebagai Menteri Luar Negeri.

"Kepada sahabat saya, Arrmanatha Nasir yang akrab dipanggil sebagai Tata. Selamat atas penugasan baru sebagai Menteri Luar Negeri," ujar Dino dalam unggahan di media sosialnya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Dino, Tata adalah seorang diplomat karier dengan pengalaman dan rekam jejak mumpuni terkait diplomasi. Ia menilai, Tata adalah seorang diplomat yang memiliki track record positif.

"Bagi saya, Menlu Tata adalah diplomat karir yang humble, steady, bertangan dingin, selalu kalem. Dan mempunyai track record yang dihormati baik di kalangan internal Kementerian Luar Negeri dan di kalangan negara-negara sahabat," katanya lebih lanjut.

Tak lupa, Dino menitip pesan kepada Menlu Tata. Pertama, menurut Dino, politik luar negeri Indonesia harus menunjukkan karakter kebangsaan yang berani.

Keberanian tersebut menurut Dino untuk memperjuangkan prinsip hubungan internasional. Bukan tunduk pada tekanan negara manapun.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya fokus pada kepentingan domestik semata. Indonesia harus turut aktif membangun dan memperbaiki arsitektur kawasan serta global dalam menghadapi tatanan dunia baru.

Kedua, Dino berpesan, Menlu Tata bisa memperhatikan kondisi anggaran Kemenlu yang memprihatinkan. Ia melihat adanya kesenjangan antara anggaran untuk kegiatan diplomasi di dalam negeri dan kebutuhan operasional para diplomat di luar negeri.

"Saya melihat adanya ironi yang kontras di mana tamu negara yang datang di Jakarta diperlakukan dengan kemegahan protokoler yang luar biasa. Namun perwakilan diplomat kita di luar negeri tidak ada anggaran," katanya.

"Bahkan, untuk melakukan resepsi diplomatik hari kemerdekaan Indonesia. Padahal itulah hari satu-satunya yang sangat membanggakan kita sebagai diplomat di luar negeri," katanya.

Dino menyoroti pula aktivitas perjalanan luar negeri Presiden. Anggaran tersebut menurutnya belum sepenuhnya diikuti dukungan anggaran memadai bagi diplomat Indonesia di lapangan.

Ia menilai para diplomat membutuhkan dukungan anggaran untuk melakukan berbagai inisiatif. Termasuk mempromosikan Indonesia, serta menindaklanjuti kesepakatan yang telah dicapai Presiden.

Pesan ketiga, Dino berharap Tata terus menjaga kerja sama dengan masyarakat sipil, termasuk dengan FPCI. Menurutnya, dialog dan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dijaga, khususnya bidang politik luar negeri.

Dino menilai partisipasi Menlu, bahkan Presiden, dalam konferensi politik luar negeri sangat penting. Konferensi tersebut salah satu konferensi politik luar negeri terbesar di dunia di Jakarta pada 21 November 2026.

"Apakah pemerintah menganggap penting untuk berdialog atau justru akan menghindar dari konstituen politik luar negeri. Dalam membahas berbagai masalah politik luar negeri Indonesia," ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....