Sekitar 400 Sekolah di Prancis Ditutup akibat Protes Pelajar Berujung Kekerasan
- 02 Okt 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekitar 400 sekolah di Prancis ditutup setelah protes pelajar terkait kekurangan guru dan kondisi bangunan sekolah berkembang menjadi aksi kekerasan.
- Sekitar 2.000 orang telah ditangkap sejak protes dimulai, dengan sekitar dua pertiga di antaranya ditempatkan dalam tahanan polisi, menurut Menteri Kehakiman Gerald Darmanin.
- Pemerintah Prancis menilai aksi telah menjadi gangguan ketertiban umum, setelah terjadi serangan terhadap bus dan pembakaran sekolah di sejumlah wilayah.
RRI.CO.ID, Paris — Sekitar 400 sekolah di Prancis diperkirakan tetap tutup pada Jumat, 2 Oktober 2026. Penutupan sekolah tersebut dilakukan setelah protes pelajar terkait berbagai persoalan pendidikan berubah menjadi kekerasan di sejumlah tempat.
Melansir dari Reuters, aksi tersebut bermula di wilayah Paris pada bulan lalu dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah Prancis. Protes awalnya menyoroti kekurangan guru serta kondisi bangunan sekolah yang rusak.
Namun, aksi semakin diwarnai kekerasan setelah meluas secara nasional, puluhan orang dilaporkan terluka dan polisi telah melakukan ratusan penangkapan. Menteri Kehakiman Prancis Gerald Darmanin mengatakan terdapat kelompok minoritas yang aktif melakukan kekerasan dalam aksi tersebut.
Ia juga mengatakan pihak berwenang belum sepenuhnya yakin bahwa seluruh pelaku merupakan pelajar sekolah menengah. Darmanin mengatakan sekitar 2.000 orang telah ditangkap sejak protes dimulai, sekitar dua pertiga dari mereka ditempatkan dalam tahanan polisi.
Menurut Darmanin, aksi tersebut telah berkembang dari demonstrasi pelajar menjadi gangguan ketertiban umum. Ia mengatakan serangan terhadap bus dan pembakaran sekolah tidak lagi sekadar merupakan bentuk protes.
“Kita telah beralih dari demonstrasi pelajar sekolah menengah menjadi gangguan ketertiban umum. Ketika orang-orang menyerang bus dan membakar sekolah, ini bukan lagi sekadar masalah protes,” katanya.
Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray mengatakan sedikitnya 400 sekolah dan lembaga pendidikan lainnya akan tetap ditutup pada Jumat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi France 2 pada Kamis, 1 Oktober 2026 malam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....