Sanksi AS Pangkas Penerbangan Iran hingga Setengahnya
- 30 Sep 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AS memberlakukan sanksi terhadap seluruh sektor penerbangan Iran sebagai bagian dari tekanan ekonomi. Washington memberikan waktu kepada perusahaan asing hingga 23 September untuk mematuhi sanksi tersebut.
- Flightradar24 mencatat 41 penerbangan pada Minggu, 27 September 2026, dibandingkan rata-rata 80–90 penerbangan per hari sebelum sanksi berlaku. Iran Air dan Mahan Air menjadi maskapai yang paling terdampak.
- UEA menangguhkan seluruh penerbangan Iran, sementara Kuwait dan sejumlah negara lain juga menerapkan pembatasan. Di sisi lain, sanksi belum diterapkan di beberapa negara seperti Armenia, Afghanistan, Belarus, dan Malaysia.
RRI.CO.ID, Teheran — Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap seluruh sektor penerbangan Iran pada awal September. Sanksi tersebut merupakan bagian dari kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran, dilansir dari Arab News, Rabu, 30 September 2026.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memberikan tekanan ekonomi berat kepada Iran. Washington memberikan waktu kepada perusahaan asing hingga 23 September untuk mematuhi sanksi.
Bessent memperingatkan maskapai Iran akan menghadapi penghentian layanan di berbagai negara jika sanksi tidak dipatuhi. Iran mengecam tindakan AS sebagai ilegal dan mengajukan pengaduan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Mahkamah Internasional (ICJ).
Dampak sanksi terlihat dari penurunan jumlah penerbangan di Bandara Internasional Teheran. Flightradar24 mencatat 41 penerbangan berangkat atau mendarat di Teheran pada Minggu, 27 September 2026.
Jumlah tersebut sekitar setengah dari rata-rata 80 hingga 90 penerbangan per hari sebelum sanksi berlaku. Iran Air dan Mahan Air menjadi dua maskapai Iran yang paling terdampak.
Dari 24 penerbangan yang berangkat dari Teheran pada Minggu, lima dioperasikan Mahan Air dan dua oleh Iran Air. Sebelumnya, kedua maskapai tersebut masing-masing mengoperasikan sekitar 10 penerbangan per hari.
Data Flightradar24 berbeda dengan pernyataan Bessent yang menyebut 80 hingga 90 persen penerbangan Iran telah dihentikan. Data tersebut juga lebih rendah dibandingkan klaim Bandara Teheran yang menyebut 60 penerbangan beroperasi pada Minggu.
Direktur bandara mengatakan lebih dari 30 tujuan internasional masih dilayani dari Teheran. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian penerbangan Iran masih beroperasi meski menghadapi pembatasan akibat sanksi Amerika Serikat.
Sanksi AS belum diterapkan di Armenia, Afghanistan, Belarus, dan Malaysia yang terutama dilayani maskapai Iran yang lebih kecil. Washington juga belum mengumumkan kemungkinan tindakan terhadap negara-negara yang tidak mematuhi sanksi tersebut.
Di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab menangguhkan seluruh penerbangan Iran dari dan menuju wilayahnya hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kuwait juga telah melarang maskapai Iran memasuki wilayahnya sejak awal perang tujuh bulan lalu.
Sejumlah negara Teluk lainnya turut menghentikan penerbangan Iran berdasarkan informasi dari situs bandara masing-masing. Penerbangan Iran ke Azerbaijan, Georgia, dan Irak juga dilaporkan terhenti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....