Bertemu BAZNAS, Komite Kepresidenan Palestina Ungkap Kondisi Kritis
- 28 Sep 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina Mahmoud Sidqi Al-Habbash mengungkap kondisi kemanusiaan yang masih kritis di Palestina hingga September 2026.
- Hal tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama penyediaan bantuan kemanusiaan dan sosial untuk Palestina di Kantor BAZNAS RI.
- Mahmoud mengatakan masyarakat Palestina masih menghadapi kondisi kemanusiaan yang berat akibat konflik yang berlangsung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina Mahmoud Sidqi Al-Habbash mengungkap kondisi kemanusiaan yang masih kritis di Palestina hingga September 2026. Hal tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama penyediaan bantuan kemanusiaan dan sosial untuk Palestina di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Mahmoud mengatakan masyarakat Palestina masih menghadapi kondisi kemanusiaan yang berat akibat konflik yang berlangsung. Menurutnya, jutaan warga kehilangan akses terhadap berbagai kebutuhan dasar sehari-hari.
“Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini,” kata Mahmoud. Ia menyebut krisis tersebut berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Palestina.
Mahmoud mengatakan lebih dari dua juta warga di Jalur Gaza menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan, air minum, pengobatan, listrik, dan layanan dasar. Kondisi serupa, menurutnya, juga masih terjadi di sejumlah wilayah Tepi Barat.
Ia juga menyampaikan adanya persoalan kemanusiaan seperti pembunuhan, pengrusakan kamp pengungsian, serta hambatan terhadap akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Karena itu, bantuan berupa pangan, air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, hingga hunian darurat dinilai masih diperlukan.
Dalam kerja sama tersebut, BAZNAS RI dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina berkomitmen memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan. Kesepakatan mencakup penggalangan dana serta penyaluran bantuan di bidang kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan secara transparan dan tepat sasaran.
Mahmoud mengatakan pihaknya akan memastikan bantuan dari Indonesia dapat sampai kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan. Pemantauan penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas kerja sama.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan penandatanganan MoU menjadi momentum untuk memperkuat dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. BAZNAS juga akan memperbarui informasi mengenai kondisi masyarakat Palestina sebagai dasar dalam pengembangan program bantuan.
“Kami terus akan komitmen membantu rakyat Palestina karena ini adalah amanah dari rakyat dan amanah dari negara,” ujar Sodik. Menurutnya, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan program-program bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Mahmoud turut menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap Palestina. Ia juga menyampaikan salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan rakyat Palestina kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia.
Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds Sheikh Mohammad A.M. Hussein dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattiri. Dari BAZNAS RI, hadir sejumlah pimpinan dan pejabat terkait yang akan mendukung pelaksanaan kerja sama kemanusiaan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....