Pasokan Energi Berpotensi Terganggu, Indonesia Perlu Selaraskan Diplomasi
- 21 Sep 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia perlu menyelaraskan diplomasi global dengan kondisi domestik sendiri.
- Isu energi penting dibahas karena konflik geopolitik dapat memengaruhi pasokan serta beban subsidi bahan bakar Indonesia.
- Indonesia perlu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dalam kebijakan ekspor komoditas strategis nasional saat ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah mengungkapkan Indonesia perlu menyelaraskan diplomasi global dengan kondisi domestik sendiri. Kepada PRO3 RRI, Tia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ketahanan energi sekaligus tetap menjaga lingkungan.
Tia menekankan isu energi penting dibahas karena konflik geopolitik dapat memengaruhi pasokan serta beban subsidi bahan bakar Indonesia. Karena itu, ia mengingatkam, kondisi geopolitik global yang memanas berpotensi memengaruhi pasokan energi, perekonomian, serta stabilitas nasional Indonesia.
“Energi ini sangat penting untuk dibahas. Karena konflik Timur Tengah dapat memengaruhi keamanan energi dan stabilitas dalam negeri Indonesia,” katanya.
Kawasan Timur Tengah, menurutnya, merupakan salah satu pemasok energi bagi berbagai negara, termasuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, konflik berkepanjangan dapat memengaruhi harga minyak dunia dan memberikan tekanan terhadap anggaran negara Indonesia.
Ia menilai isu energi tidak hanya berkaitan dengan keamanan global, tetapi juga kepentingan domestik Indonesia. Ketahanan energi perlu menjadi perhatian bersama karena kondisi geopolitik dapat berubah cepat dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Kondisi itu menjadi perhatian karena pemerintah masih memberikan subsidi energi untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat luas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dicermati karena perubahan harga energi global dapat memengaruhi ruang fiskal pemerintah Indonesia.
Tia berpandangan Indonesia perlu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dalam kebijakan ekspor komoditas strategis nasional saat ini. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan produksi energi dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Artinya kita bisa menjadi ekspor palm oil tanpa menghancurkan lingkungan. Sambil tetap menjaga kepentingan ekonomi nasional agar tidak menimbulkan masalah baru di masa depan,"ucapnya.
Dirinya juga menekankan Indonesia perlu memperkuat kerja sama Global South untuk menghadapi perubahan geopolitik dan memperluas pilihan strategis. Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat ASEAN sebagai pijakan regional sebelum memperluas peran diplomasi menuju forum internasional yang luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....