Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Lebih dari 1.400 Orang
- 18 Sep 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Korban tewas di Nepal mencapai 1.403 orang, sementara 13.742 orang berhasil diselamatkan dan 6.150 orang masih hilang, termasuk 587 warga negara asing.
- Di wilayah Tiongkok, 43 orang tewas dan 519 orang masih hilang, termasuk 261 warga negara asing di Tibet atau Daerah Otonom Xizang.
- Bencana bermula dari retakan gletser di Gunung Langtang Lirung pada 26 Agustus, yang memicu longsoran es dan batu serta aliran material besar hingga menerjang sejumlah wilayah Nepal dan perbatasan Tiongkok.
RRI.CO.ID, Kathmandu — Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok melampaui 1.400 orang di Nepal. Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nepal (NDRRMA) melaporkan 1.403 orang telah meninggal dunia, sementara 13.742 orang berhasil diselamatkan.
Melansir dari Anadolu, Jumat, 18 September 2026, sebanyak 6.150 orang masih dinyatakan hilang di Nepal, termasuk 587 warga negara asing. Di sisi Tiongkok, jumlah korban tewas tercatat 43 orang, sementara 519 orang masih hilang.
Dari jumlah tersebut, 261 orang merupakan warga negara asing di Tibet, yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonom Xizang. Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, mengalami retakan pada ketinggian sekitar 5.200 meter.
Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang kemudian berubah menjadi aliran material besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan. Banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah Nepal.
Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre termasuk wilayah yang terdampak, bersama dengan Lembah Kathmandu. Bencana tersebut juga berdampak pada wilayah perbatasan Tiongkok.
Perlintasan perbatasan Gyirong di Xizang turut tertimbun material akibat aliran banjir dan longsor. Ribuan orang telah diselamatkan dari wilayah terdampak, sementara ribuan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Jumlah korban tewas dan hilang mencapai angka yang besar. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan kedua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....