Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Belum Siapkan Rencana Kontingensi
- 17 Sep 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemlu RI memastikan kondisi WNI di Yaman dan Arab Saudi masih relatif terkendali di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi.
- Pemerintah menegaskan belum perlu mengaktifkan rencana kontingensi atau evakuasi bagi para WNI di kawasan tersebut.
- Dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi Hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau Hotline KJRI Jeddah di +966 50 360 9667.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kemlu RI memastikan kondisi WNI di Yaman dan Arab Saudi masih relatif terkendali di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi. Pemerintah menegaskan belum perlu mengaktifkan rencana kontingensi atau evakuasi bagi para WNI di kawasan tersebut.
Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela, menyampaikan bahwa kondisi keamanan terus dipantau secara mendalam melalui perwakilan RI di Muscat, Riyadh, dan Jeddah. Menurutnya, imbauan keamanan juga terus diperbarui mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan.
"Berdasarkan laporan yang kita terima dari KBRI dan juga dari KJRI, kondisi di Yaman saat ini relatif terkendali, termasuk di kawasan Mocha dan sekitarnya. Untuk rencana kontingensi, kita terus memantau kondisi yang berkembang, namun hingga sejauh ini kita belum memerlukan adanya langkah kontingensi tersebut," ujar Nabyl dalam konferensi pers Kamis, 17 September 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Perhatian khusus saat ini tertuju pada keselamatan puluhan WNI yang berstatus sebagai pelajar di wilayah Mocha, Yaman. Dari data terbaru Kemlu RI, sebanyak 74 pelajar Indonesia masih bertahan di kota tersebut setelah tiga orang lainnya berhasil keluar.
Nabyl menjelaskan bahwa KBRI Muscat telah berkoordinasi langsung dengan pemerintah Yaman untuk memastikan keselamatan para pelajar tersebut. Langkah ini dilakukan guna menjamin bantuan dan fasilitasi cepat jika situasi keamanan mendadak memburuk.
"KBRI Muscat telah menyampaikan informasi kepada Kemlu Yaman mengenai keberadaan para pelajar tersebut. Untuk mengupayakan agar bila ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti terkait keselamatan mereka, bisa mendapatkan bantuan," ucap Nabyl menambahkan.
Pemerintah Indonesia pun mendorong seluruh pihak yang bertikai di Timur Tengah untuk mengutamakan jalan damai dan melakukan deeskalasi konflik. “Memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai, kita mendorong adanya deeskalasi konflik,” katanya.
Nabyl mengimbau para WNI yang berada di wilayah rawan, untuk terus mematuhi arahan otoritas setempat. Serta memanfaatkan hotline darurat perwakilan RI jika membutuhkan bantuan.
“Mungkin perkembangan yang terus berlangsung di sana, itu terus kita himbau para WNI agar terus memperhatikan himbauan-himbauan yang dilakukan oleh pemerintah. Kita juga menyediakan hotline-hotline yang bisa dihubungi apabila ada kondisi darurat,” ujar Juru Bicara II Kemlu RI.
Dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi Hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau Hotline KJRI Jeddah di +966 50 360 9667. Sebelumnya, pasukan pemerintah Yaman menyatakan bahwa koalisi telah menyerang posisi Houthi di sekitar Mocha dan pasukan pemerintah telah meluncurkan serangan drone di Marib, dilansir Al Jazeera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....