Presiden Prabowo Bawa Spirit Bandung dalam KTT BRICS 2026

  • 13 Sep 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto membawa Spirit Bandung sebagai simbol persatuan negara-negara Global South dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi.
  • Spirit dinilai tetap relevan di tatanan dunia kontemporer.
  • KTT BRICS dihadiri sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden Prabowo Subianto, Ji Xinping dan Vladimir Putin

RRI.CO.ID, New Delhi - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa semangat persatuan bangsa-bangsa Global South melalui Spirit Bandung dalam KTT BRICS 2026. Spirit tersebut merujuk pada semangat persatuan negara Asia dan Afrika dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, pada 1955.

Menurut Presiden Prabowo, Spirit Bandung tetap relevan di tengah perubahan tatanan dunia saat ini. Negara-negara Asia dan Afrika telah membuktikan ketangguhannya dalam meraih kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan.

"Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara,” kata Presiden Prabowo di hadapan pemimpin BRICS.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026.

Presiden menilai Spirit Bandung bukan sekadar warisan sejarah, tetapi kekuatan yang tetap hidup menghadapi berbagai tantangan global. Ia menekankan pentingnya persatuan negara-negara Global South dalam memperjuangkan kepentingan bersama.

Presiden kemudian mengutip pepatah Indonesia, “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh”. Menurutnya, pepatah tersebut mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Asia dan Afrika di Bandung.

Presiden menegaskan persatuan dapat memperkuat suara negara-negara Global South dalam tatanan dunia. Persatuan juga dinilai penting untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan masing-masing negara.

"Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting," kata Presiden.

Melalui persatuan, Presiden berharap negara-negara Global South semakin kokoh menjaga kemandirian. Semangat tersebut juga diarahkan untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan inklusif.

KTT BRICS ke-18 turut dihadiri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai tuan rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....