Pendanaan Global Dipangkas, Jutaan Orang Kekurangan Bantuan
- 11 Sep 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemangkasan pendanaan global telah menyebabkan puluhan juta orang menerima bantuan kemanusiaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan sebelumnya.
- ALNAP merilis laporan berjudul The State of the Humanitarian System 2026 yang mengevaluasi sistem kemanusiaan internasional selama periode 2022 hingga 2025.
- Laporan tersebut memperingatkan adanya peningkatan kebutuhan bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah dunia yang disertai perubahan geopolitik besar.
RRI.CO.ID, London — Pemangkasan pendanaan global menyebabkan puluhan juta orang menerima lebih sedikit bantuan kemanusiaan. Kondisi tersebut diungkapkan dalam laporan terbaru Active Learning Network for Accountability and Performance (ALNAP) berjudul The State of the Humanitarian System 2026.
Melansir dari Anadolu, Jumat, 11 September 2026, ALNAP memperingatkan meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah dunia. Laporan tersebut menilai sistem kemanusiaan internasional selama periode 2022 hingga 2025 yang ditandai perubahan geopolitik besar.
Periode tersebut juga mencatat penyusutan pendanaan kemanusiaan terbesar dalam sejarah baru-baru ini. Selama periode tersebut, konflik yang didorong negara, dampak perubahan iklim, perpindahan penduduk, dan serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan meningkat.
Pada saat yang sama, kebijakan pemerintah negara donor mendorong pemangkasan pendanaan secara tajam. Laporan tersebut menyebut satu dari tujuh orang di dunia terdampak konflik.
Kekerasan berbasis negara juga meningkat dan konflik menjadi penyebab utama perpindahan penduduk di dalam negeri, menggantikan bencana. Hingga akhir 2025, sebanyak 117,8 juta orang tercatat mengungsi di seluruh dunia, mencakup 41,6 juta pengungsi.
Konflik dan kebijakan negara turut membatasi kemampuan organisasi kemanusiaan dalam memberikan bantuan. Hambatan politik, konflik, dan pelanggaran hukum humaniter internasional di Sudan dan Jalur Gaza disebut membatasi kemampuan operasi kemanusiaan.
Kontribusi bantuan kemanusiaan turun 30 persen antara 2022 dan 2025. Ribuan pekerja bantuan juga kehilangan pekerjaan akibat pemangkasan pendanaan, sehingga sistem kemanusiaan menghadapi salah satu tantangan terbesar.
Salah satu penulis laporan, Jennifer Doherty, mengatakan dampak pemangkasan pendanaan tidak dirasakan secara merata. Perempuan, anak-anak, lansia, dan orang-orang yang mengungsi menjadi kelompok yang paling terdampak akibat berkurangnya bantuan dan kebijakan politik yang membatasi.
ALNAP memperkirakan pendanaan kemanusiaan turun menjadi 33,3 miliar dolar AS (Rp586,5 triliun) pada 2025. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan puncaknya sebesar 47,5 miliar dolar AS (Rp836,6 triliun) pada 2022.
Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mengalami pemangkasan paling drastis, yakni sebesar 55 persen pada 2025. Sejumlah negara donor lainnya juga mengurangi kontribusi mereka, sehingga semakin mempersempit kemampuan sistem kemanusiaan dalam memenuhi kebutuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....