Wabah Ebola di Kongo Capai 6.757 Kasus, 3.267 Orang Meninggal

  • 10 Sep 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Republik Demokratik Kongo mencatat 6.757 kasus Ebola terkonfirmasi dengan angka kematian mencapai 3.267 orang hingga 7 September 2026.
  • Dalam laporan terbaru, terdapat penambahan 71 kasus terkonfirmasi baru dan 41 kematian dibandingkan laporan sebelumnya.
  • Kasus-kasus baru terkonsentrasi di tiga provinsi: Ituri (41 kasus), Kivu Utara (27 kasus), dan Haut-Uele (3 kasus).

RRI.CO.ID, Kinshasa - Republik Demokratik Kongo (DRC) melaporkan total 6.757 kasus Ebola terkonfirmasi hingga Senin, 7 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.267 orang meninggal dunia dan 813 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dalam isolasi.

Angka tersebut meningkat 71 kasus terkonfirmasi baru dan 41 kematian dibandingkan laporan sebelumnya pada 7 September 2026. Kasus baru tersebut ditemukan di Provinsi Ituri sebanyak 41 kasus, Kivu Utara 27 kasus, dan Haut-Uele tiga kasus.

Sementara itu, sebanyak 1.590 orang yang terinfeksi virus Bundibugyo telah dinyatakan pulih. Sebanyak 88,3 persen kontak kasus yang telah diidentifikasi juga masih berada dalam pemantauan di provinsi-provinsi yang terdampak.

Provinsi Ituri menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 5.406 kasus, termasuk 2.450 kematian. Kasus tersebut tersebar di 28 dari 36 zona kesehatan di provinsi tersebut, dilansir dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Di Kivu Utara, tercatat 1.066 kasus, termasuk 697 kematian, yang tersebar di 16 dari 34 zona kesehatan. Kivu Selatan melaporkan tiga kasus, termasuk satu kematian, dari satu zona kesehatan.

Haut-Uele mencatat 256 kasus, termasuk 107 kematian, yang tersebar di enam dari 13 zona kesehatan. Sementara Tshopo melaporkan 22 kasus, termasuk sembilan kematian, dari tujuh zona kesehatan.

Di Bas-Uele, terdapat empat kasus, termasuk tiga kematian, yang ditemukan di tiga dari 11 zona kesehatan. Secara keseluruhan, wabah telah berdampak pada 61 dari 151 zona kesehatan di enam provinsi DRC.

Data mengenai kasus terkonfirmasi dan kematian yang dilaporkan oleh pemerintah DRC masih terus ditinjau dan diselaraskan. Kondisi tersebut dilakukan seiring dengan masih berlangsungnya pemantauan terhadap perkembangan wabah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....