Erupsi Anak Krakatau Ganggu Agenda Putri Mahkota Swedia
- 07 Sep 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gangguan jadwal penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada agenda kegiatan Putri Mahkota Victoria dari Swedia di Jakarta.
- Putri Mahkota Victoria sedianya dijadwalkan akan menghadiri Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Business Forum, Selasa, 9 September 2026 di Jakarta.
- Meski demikian, Kedutaan Besar Swedia menyebut, program SISP tidak sepenuhnya dibatalkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu agenda kunjungan Putri Mahkota Victoria dari Swedia di Jakarta. Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik membuat perjalanan Putri Mahkota Victoria ke Jakarta tertunda.
Putri Mahkota Victoria sedianya menghadiri Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Business Forum pada Selasa, 9 September 2026. Namun, Putri Mahkota Victoria saat ini masih berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bersama Wakil Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri Swedia, Diana Janse.
Keduanya berada di Lombok untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan United Nations Development Programme (UNDP). Putri Mahkota Victoria sebelumnya dijadwalkan menghadiri pembukaan dan konferensi pers SISP Business Forum di Hotel Park Hyatt Jakarta.
"Kedutaan Besar Swedia di Jakarta dan Business Sweden dengan menyesal mengumumkan bahwa Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia dan Wakil Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri Swedia, Diana Janse, tidak dapat melakukan perjalanan ke Jakarta sesuai rencana. Keputusan ini diambil sehubungan dengan gangguan penerbangan yang masih berlangsung menyusul letusan gunung berapi baru-baru ini dan dampak sebaran abu vulkanik yang ditimbulkannya," kata Kedutaan Besar Swedia dalam pernyataan tertulis yang diterima RRI, Senin, 7 September 2026.
Meski demikian, Kedutaan Besar Swedia menyebut program SISP tidak sepenuhnya dibatalkan. Sejumlah sesi sektoral tetap akan dilaksanakan sesuai dengan agenda yang telah disiapkan.
"Sesi-sesi tersebut akan mempertemukan pelaku usaha, institusi, dan pemangku kepentingan dari Swedia dan Indonesia untuk melanjutkan dialog. Kemudian, bertukar pengetahuan dan pengalaman, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor prioritas," kata Kedutaan Besar Swedia.
SISP merupakan salah satu platform untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antara Swedia dan Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup bidang ekonomi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah sektor yang menjadi bagian dari kerja sama kedua negara meliputi inovasi dan teknologi, keberlanjutan, energi, kesehatan, serta transformasi digital. Keterlibatan dunia usaha dan institusi dari kedua negara diharapkan membuka peluang baru dalam perdagangan, investasi, dan inovasi.
Kedutaan Besar Swedia dan Business Sweden menegaskan perubahan agenda tersebut tidak memengaruhi hubungan dan kemitraan kedua negara. Kerja sama dalam kerangka SISP akan tetap dilanjutkan melalui dialog, inovasi, serta kolaborasi berkelanjutan.
"Kedutaan Besar Swedia dan Business Sweden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan mitra atas pengertian serta fleksibilitas dalam menghadapi kondisi yang tidak biasa tersebut. Kami berharap upaya memperkuat kerja sama Swedia-Indonesia dapat terus berlanjut dalam berbagai kesempatan mendatang," ujar Kedutaan Besar Swedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....