Presiden Tegaskan Indonesia Tak Ingin Bergabung dengan Aliansi Militer Manapun

  • 05 Sep 2026 06:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Vladivostok - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun. Sebaliknya, Indonesia terbuka membangun kerja sama dan aliansi ekonomi dengan berbagai negara.

“Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun. Tetapi kami ingin berpartisipasi dalam aliansi ekonomi,” ujar Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.

“Politik luar negeri Indonesia bebas dan aktif. Kami menentukan kepentingan nasional kami sendiri, dan kami ingin berkontribusi aktif terhadap perdamaian,” ujar Presiden melanjutkan.

Kepala Negara mengatakan Indonesia ingin bekerja sama dengan negara-negara di Timur, Barat, Utara, maupun Selatan sebagai mitra yang berdaulat. Kerja sama tersebut, menurutnya, harus diarahkan untuk menciptakan kemakmuran bersama.

Presiden menekankan keterbukaan ekonomi Indonesia tidak ditujukan untuk membentuk blok yang berhadapan dengan kekuatan lain. Indonesia ingin memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh negara dan mitra yang ingin bekerja sama.

“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu. Semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain,” kata Presiden.

Indonesia, lanjut Presiden, tidak ingin mengancam negara mana pun. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan dunia.

Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah kerja sama ekonomi Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Presiden menyebut Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA Indonesia-EAEU) sebagai instrumen untuk memperluas perdagangan dan menciptakan kemakmuran bersama.

FTA tersebut bukan ditujukan untuk melawan pihak tertentu, melainkan membuka akses pasar. Selain itu juga untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara EAEU.

Karena itu, Presiden mendorong hubungan Indonesia-Rusia dan Indonesia-EAEU tidak berhenti pada kesepakatan di tingkat pemerintah. Kerja sama tersebut harus dilanjutkan dengan investasi, produksi, logistik, perdagangan, dan hubungan antarpelaku usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....