Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, Dua Orang Tewas

  • 01 Sep 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Banjir bandang menerjang Grand Canyon pada Sabtu 29 Agustus 2026, menyebabkan dua korban meninggal dan 14 orang dilaporkan hilang.
  • National Park Service mengonfirmasi kejadian terjadi di Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch dengan arus air yang sangat deras.
  • Arus banjir yang kuat menghanyutkan jembatan penyeberangan dan menggerakkan bebatuan besar ke arah hilir, menyebabkan kerusakan infrastruktur.

RRI.CO.ID, Jakarta - Banjir bandang menerjang kawasan Grand Canyon, Amerika Serikat, Sabtu, 29 Agustus 2026, waktu setempat. Dikutip dari BBC, Selasa, 1 September 2026, bencana itu menewaskan dua orang dan 14 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Layanan Taman Nasional Amerika Serikat (NPS) menyatakan, banjir terjadi di Bright Angel Canyon dan kawasan Phantom Ranch. Arus deras menghanyutkan jembatan penyeberangan dan membawa bebatuan besar ke arah hilir.

Jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu malam. Korban ditemukan di sekitar Crystal Rapids, kawasan yang berada di sepanjang Sungai Colorado.

Hingga kini, sebanyak 62 orang telah dievakuasi melalui jalur udara dari kawasan terdampak. Tim pencarian dan penyelamatan juga masih dikerahkan untuk mencari korban yang belum ditemukan.

NPS sebelumnya menyebut 15 orang sempat dilaporkan hilang atau belum diketahui keberadaannya. Setelah perkembangan terbaru, jumlah tersebut menjadi 14 orang yang masih dicari.

Banjir juga menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah bagian Grand Canyon. Beberapa jalur pendakian ditutup sementara akibat kondisi yang membahayakan pengunjung.

NPS menyebut sekitar 40 persen Transcanyon Waterline mengalami kerusakan atau hancur akibat banjir. Infrastruktur tersebut memasok kebutuhan air bagi pengunjung serta sekitar 2.500 warga yang tinggal di kawasan taman nasional.

Penginapan bagi tamu yang menginap di kawasan South Rim juga dihentikan sementara. Penghentian dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan karena kerusakan infrastruktur air cukup luas.

NPS mengingatkan kondisi cuaca masih berpotensi membahayakan kawasan tersebut. Hujan lebat dan badai petir diperkirakan masih terjadi, dapat memicu banjir bandang, lumpur, longsoran batu, serta perubahan jalur dan sungai.

Pihak NPS meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pendaki atau pelancong di koridor Bright Angel Creek untuk memberikan informasi. Data tersebut dibutuhkan guna membantu proses pencarian dan penyelamatan.

Grand Canyon merupakan salah satu taman nasional paling populer di Amerika Serikat. Sekitar lima juta pengunjung datang setiap tahunnya dan Bright Angel Trail menjadi salah satu jalur pendakian yang paling ramai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....