Konjen RI Kenalkan Peran Pancasila dan Prinsip Bhinneka Tunggal Ika di Vietnam

  • 31 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City, Carolina Tinangon, memperkenalkan peran Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika di Vietnam.
  • Dalam paparan bertajuk “Indonesia’s Approaches to Multicultural Governance and Cohesion”, Carolina menjelaskan peran Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
  • Konjen Carolina memaparkan strategi Indonesia dalam menjaga keseimbangan persatuan nasional dan identitas lokal melalui desentralisasi.

RRI.CO.ID, Ho Chi Minh City - Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City, Carolina Tinangon, memperkenalkan peran Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika di Vietnam. Carolina memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Program Magister Kajian Asia di University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City.

Dalam paparan bertajuk “Indonesia’s Approaches to Multicultural Governance and Cohesion”, Carolina menjelaskan peran Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Yaitu, sebagai landasan penting dalam membangun tata kelola masyarakat yang inklusif, menjamin kesetaraan hak warga negara, serta melindungi keberagaman.

“Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila menjadi landasan penting dalam membangun tata kelola masyarakat yang inklusif, menjamin kesetaraan hak warga negara. Serta menjaga keseimbangan antara persatuan nasional dan identitas lokal,” kata Konjen Carolina dilansir dari laman Kemlu RI, Senin, 31 Agustus 2026.

Konjen Carolina memaparkan strategi Indonesia dalam menjaga keseimbangan persatuan nasional dan identitas lokal melalui desentralisasi. Kemudian, dialog lintas agama, serta inisiatif berbasis masyarakat.

“Pengalaman dari Pulau Serangan dan Bali turut diangkat sebagai contoh nyata masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam hidup berdampingan secara damai. Berbagi ruang kehidupan, bekerja sama, serta saling menghormati tempat ibadah,” ujar Konjen Carolina dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu, 15 Agustus.

Perkuliahan berlangsung interaktif membahas tata kelola multikultural, pendidikan keberagaman, peran masyarakat lokal, dan tantangan kohesi sosial di tengah globalisasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah “Ethnic Conflict in Asian Societies”, yang membuka ruang memperkaya perspektif akademik melalui pengalaman praktis pengelolaan keberagaman di ASEAN.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata konektivitas antarmasyarat dan diplomasi pendidikan Indonesia-Vietnam. Utamanya, dalam memperkuat kerja sama akademik, pencegahan konflik, serta pelestarian warisan budaya di kawasan,” ucap Konjen RI menekankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....