Kabut Asap Meluas, Kualitas Udara Malaysia Memburuk
- 26 Agt 2026 15:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat di sekitar 30 wilayah pada Selasa, 25 Agustus 2026, akibat penyebaran kabut asap.
- Sebagian besar wilayah pesisir barat Semenanjung Malaysia dan beberapa daerah di Sarawak menjadi wilayah yang terdampak pencemaran udara tersebut.
- Otoritas Malaysia melaporkan bahwa kabut asap bergerak dari berbagai arah, menyebabkan penurunan signifikan dalam kualitas udara di kawasan tersebut.
RRI.CO.ID, Sarawak — Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat di sekitar 30 wilayah pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi ketika kabut asap menyebar di sejumlah wilayah negara tersebut, dilansir dari CNA.
Sebagian besar wilayah pesisir barat Semenanjung Malaysia dan beberapa daerah di Sarawak terdampak. Otoritas Malaysia mengatakan kabut asap bergerak dari berbagai arah.
Departemen Lingkungan Hidup Malaysia mencatat 29 wilayah memiliki Indeks Polutan Udara (API) dalam kategori tidak sehat hingga pukul 14.00. Angka API tertinggi mencapai 182 di stasiun pemantauan markas Kepolisian Distrik Serian, Sarawak.
Johan Setia di Selangor mencatat API 173, sedangkan Sri Aman di Sarawak mencapai 170. Berdasarkan skala API Malaysia, angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.
Shah Alam mencatat API 162, sementara Kuching mencapai 160, Tanjung Malim dan Taiping masing-masing mencatat API 157 dan 155. Di Kuala Lumpur, angka API mencapai 154, sementara Segamat, Batu Pahat, dan Tangkak di Johor masing-masing mencatat API 152.
Sebanyak 38 stasiun pemantauan lainnya mencatat kualitas udara dalam kategori sedang. Sebelumnya, 32 wilayah telah mencatat kualitas udara tidak sehat pada Selasa. 25 Agustus 2026.
Departemen Lingkungan Hidup mengatakan peningkatan tersebut disebabkan oleh pergerakan kabut asap dari berbagai arah. Berdasarkan pemantauan ASEAN Specialised Meteorological Centre, terdapat 287 titik panas di Kalimantan dan 65 titik panas di Sumatra.
Sebanyak 11 titik panas juga ditemukan di Malaysia, terdiri dari delapan titik di Sarawak, dua di Johor, dan satu di Selangor. Kabut asap lintas batas dengan tingkat sedang hingga pekat terpantau di Kalimantan Barat dan bergerak ke utara menuju Sarawak barat.
Departemen Lingkungan Hidup Malaysia mengatakan telah meningkatkan tindakan penegakan hukum dan patroli harian untuk mencegah pembakaran terbuka. Pemerintah juga mengaktifkan Rencana Aksi Nasional Pembakaran Terbuka dan Rencana Aksi Nasional Kabut Asap.
| Baca juga: Kemensos Kirim Bantuan Korban Kebakaran Sade |
Aktivasi tersebut bertujuan mengoordinasikan upaya berbagai lembaga pemerintah dalam menangani pembakaran terbuka dan merespons kondisi kabut asap. Kedua rencana tersebut sebelumnya diaktifkan setelah Sarawak mulai mencatat tingkat API yang tidak sehat.
Berdasarkan rencana penanganan kabut asap, seluruh aktivitas luar ruangan harus dihentikan jika API melebihi 100. Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak harus ditutup jika API melebihi 200.
Pemerintah juga akan melakukan operasi penyemaian awan jika API berada di atas 150 selama lebih dari 24 jam. Pemilik lahan diminta memantau wilayah rentan kebakaran, termasuk tempat pembuangan sampah, hutan, lahan gambut, perkebunan, serta kawasan pertanian dan industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....