Rusia Siap Menjadi Mediator Redakan Ketegangan Timteng
- 25 Agt 2026 14:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rusia menyatakan siap mendukung upaya mediasi untuk menstabilkan situasi di Timur Tengah sesuai dengan permintaan pihak terkait.
- Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov mengatakan mediasi ditujukan untuk mengakhiri agresi terhadap Iran dan menjaga stabilitas kawasan.
- Pernyataan dukungan mediasi ini disampaikan kepada media Rusia Izvestia dan dilaporkan oleh kantor berita TASS pada 25 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Moskow — Rusia menyatakan siap mendukung upaya mediasi untuk menstabilkan situasi di Timur Tengah (Timteng). Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov kepada media Rusia, Izvestia.
Melansir dari kantor berita TASS, Selasa, 25 Agustus 2026, Alimov mengatakan Rusia siap melakukan mediasi jika menerima permintaan dari pihak terkait. Upaya tersebut ditujukan untuk mengakhiri agresi terhadap Iran dan membantu menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Menurut Alimov, Rusia juga dapat terlibat dalam mediasi melalui kerangka konsep keamanan Teluk Persia yang diperbarui. Moskow saat ini tengah mendorong konsep keamanan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan.
Alimov menilai stabilitas Timur Tengah menjadi kepentingan penting bagi berbagai negara. Ia juga menyoroti perkembangan situasi di Lebanon yang dinilai menjadi salah satu faktor yang mempersulit proses diplomasi.
Menurutnya, kondisi di Lebanon menghambat upaya menghidupkan kembali proses negosiasi antara Washington dan Teheran. Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi ketegangan akibat perbedaan kepentingan kedua negara.
Moskow menyatakan kesiapannya membantu apabila pihak terkait meminta mediasi. Upaya tersebut dapat mencakup penghentian agresi terhadap Iran serta peningkatan keamanan di kawasan Teluk Persia.
“Jika ada permintaan, Rusia siap mendukung upaya mediasi, baik terkait penghentian agresi terhadap Iran maupun, secara lebih luas, pemeliharaan stabilitas di Timur Tengah, termasuk dalam kerangka konsep keamanan Teluk Persia yang diperbarui yang sedang kami dorong,” ujarnya.
Situasi Lebanon menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan dalam proses tersebut. Rusia berharap pendekatan diplomatik dapat membantu mengurangi ketegangan di Timur Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....