Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Kasus Asma-ISPA di Malaysia Naik

  • 24 Agt 2026 21:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kasus asma di Malaysia melonjak 259 persen dan ISPA meningkat 124 persen di tengah kabut asap dampak karhutla Indonesia.
  • Tujuh wilayah Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat, dengan lima wilayah berada di Sarawak serta dua lainnya di Kedah dan Perak.
  • Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan, terutama penderita asma dan gangguan pernapasan selama kabut asap.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi kabut asap tersebut terjadi akibat dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang menyebabkan kualitas udara menurun.

Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dr Dzulkefly Ahmad melaporkan bahwa sistem pemantauan sentinel untuk pekan epidemiologi terbaru. Sistem tersebut telah mendeteksi kasus asma melonjak tajam sebesar 259 persen, sedangkan kasus ISPA meningkat sebesar 124 persen.

"Kasus ISPA mencatat angkat tertinggi sebanyak 3.674 kasus, meningkat dari 1.637 kasus. Sedangkan kasus asma mencapai 219 kasus dibandingkan 61 kasus sebelumnya," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa kasus konjungtivitis—peradangan selaput lendir pada kelopak mata justru mengalami penurunan sebesar tujuh persen. "Sementara itu, kasus konjungtivitis turun menjadi 146 kasus dari 157 kasus," ucapnya.

Dalam pernyataannya, ia juga mengungkapkan bahwa tujuh wilayah Malaysia telah mencatat angka Indeks Polutan Udara (API). Polutan tersebut berada pada level tidak sehat hingga Minggu, 23 Agustus 2026 pagi waktu setempat.

Ketujuh wilayah itu terdiri atas lima wilayah di Sarawak, yakni Serian (level 197), Kuching (level 185), Sri Aman (level 178). Adapun Samarahan (176), dan Sarikei (128), kemudian dua wilayah lainnya di Kedah dan Taiping, Perak mencapai level 126.

Angka API pada level 101 hingga 200 dikategorikan tidak sehat. Sedangkan level 201 hingga 300 tergolong sangat tidak sehat, dan level di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang menderita asma dan gangguan pernapasan lainnya. Hal ini dilakukan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara diselimuti kabut asap.

Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung pernapasan yang memadai. "Pastikan asupan cairan mencukupi, hindari paparan yang tidak perlu, dan patuhi pedoman yang dirilis oleh kementerian," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....