Perayaan Kemerdekaan, PM Australia Sebut Indonesia Mitra Perdamaian Kawasan
- 17 Agt 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut, Indonesia merupakan mitra perdamaian dan stabilitas kawasan.
- PM Australia itu turut menyebut, atas dasar itulah pada kunjungan bilateral pertamanya setelah terpilih pada 2022 dan 2025 adalah Indonesia.
- Pada kesempatan itu PM Albanese turut menyampaikan solidaritas dan belasungkawa atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di NTT, Sabtu, 15 Agustus lalu.
RRI.CO.ID, Canberra – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut, Indonesia merupakan mitra perdamaian dan stabilitas kawasan. Hal itu disampaikan Albanese saat menghadiri pertemuan di Gedung Parlemen Australia, Canberra bertepatan dengan HUT ke-81 kemerdekaan RI.
“Dulu, sebagaimana halnya saat ini, perdamaian, keamanan, dan stabilitas Australia bergantung pada keamanan kawasan kita. Yang pada gilirannya bergantung pada Indonesia yang bersatu, stabil, dan berdaulat,” ujar Albanese menjelaskan.
“Bagi kami, tidak ada hubungan yang lebih penting daripada hubungan ini. Saya menyampaikan harapan terbaik serta ucapan selamat yang tulus kepada negara tetangga kami dalam peringatan hari bersejarah ini.” kata PM Australia.
PM Australia itu turut menyebut, atas dasar itulah pada kunjungan bilateral pertamanya setelah terpilih pada 2022 dan 2025 adalah Indonesia. “Itulah sebabnya, awal tahun ini, saya menandatangani Traktat Indonesia-Australia tentang Keamanan Bersama atau “Traktat Jakarta”, bersama sahabat saya, Presiden Prabowo,” ucapnya.
Albanese memaparkan, traktat tersebut menegaskan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan kita adalah dengan bertindak bersama. Traktat itu juga menegaskan kembali kekuatan Traktat Lombok 2006, bahwa Australia dengan teguh menghormati integritas wilayah dan kedaulatan Indonesia.
“Saya mencatat hal tersebut merupakan posisi bipartisan di seluruh parlemen ini. Kesepakatan bersejarah ini hanya mungkin terwujud karena ikatan antara kedua negara kita kini lebih kuat dan kokoh daripada sebelumnya,” kata Albanese.
Secara khusus Albanese menyebut, rakyat patut bangga atas kemerdekaan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Sebab, Australia termasuk negara-negara pertama yang mengakui berdirinya Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan merdeka.
“Hari ini juga menandai 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Perjuangan heroik rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan merupakan salah satu titik balik paling penting dalam sejarah abad ke-20,” kata PM Australia menekankan.
Pada kesempatan itu PM Albanese turut menyampaikan solidaritas dan belasungkawa atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di NTT, Sabtu, 15 Agustus lalu. “Kami berdiri bersama Pemerintah dan rakyat Indonesia pada masa yang penuh duka dan sulit ini, sebagaimana yang selalu kami lakukan dan akan selalu kami lakukan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....