Sekjen OKI Sambut Perjanjian Pertahanan Bersama Arab Saudi, Pakistan, dan Turki

  • 10 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyambut baik penandatanganan Perjanjian Mekkah tentang Pertahanan Bersama antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki.
  • Perjanjian Mekkah dapat menjadi salah satu pilar penting untuk mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan serta dunia muslim.
  • Adapun pakta yang disebut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah ditandatangani di kota Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat, 7 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyambut baik penandatanganan Perjanjian Mekkah tentang Pertahanan Bersama antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha, dalam pernyataan tertulis yang dikutip Senin, 10 Agustus 2026.

Taha menyebut perjanjian tersebut sebagai langkah strategis yang mencerminkan komitmen ketiga negara untuk memperkuat kerja sama regional dan internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan atas penandatanganan perjanjian tersebut.

Menurut Taha, Perjanjian Mekkah dapat menjadi salah satu pilar penting untuk mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan serta dunia Muslim. Perjanjian itu juga dinilai mencerminkan tekad bersama untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin meningkat.

“Mencerminkan komitmen ketiga negara memperkuat kerja sama regional dan internasional. Perjanjian tersebut merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan serta dunia muslim,” kata Taha menambahkan dalam pernyataannya.

Taha menilai kerja sama tersebut sekaligus memperkuat prinsip solidaritas dan kemitraan konstruktif di antara negara-negara anggota OKI. Taha berharap kolaborasi ketiga negara dapat memperkuat kemampuan menghadapi tantangan keamanan secara bersama-sama.

Taha juga mengapresiasi upaya dan kepemimpinan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki yang menghasilkan penandatanganan perjanjian tersebut. Ia menyebut kesepakatan itu sebagai perjanjian bersejarah yang memiliki arti penting bagi kawasan.

"Saya berharap perjanjian ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dan kemakmuran. Khususnya di kawasan, serta bagi masyarakat internasional secara keseluruhan," ujar Taha.

Adapun pakta yang disebut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah ditandatangani di kota Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ketiga negara menyatakan perjanjian ini bertujuan memperkuat daya tangkal bersama terhadap segala bentuk tindakan agresi.

“Serta, menetapkan bahwa setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Perjanjian ini juga mencakup penguatan seluruh aspek kerja sama pertahanan di antara ketiga negara,” kata pernyataan ketiga negara usai penandatanganan pakta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....