PBB Apresiasi Peran Bidan Masyarakat Adat dalam Menjaga Kesehatan Ibu dan Bayi
- 10 Agt 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan penghargaan terhadap peran bidan masyarakat adat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, masyarakat adat merupakan bagian penting dari populasi dunia sekaligus penjaga warisan budaya dan ekosistem.
- Selain memberikan pelayanan kesehatan, bidan masyarakat adat juga berperan sebagai penjaga pengetahuan dan budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan penghargaan terhadap peran bidan masyarakat adat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Peran tersebut dinilai penting, terutama di tengah tingginya risiko komplikasi dan kematian maternal serta bayi di kalangan Masyarakat Adat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, masyarakat adat merupakan bagian penting dari populasi dunia sekaligus penjaga warisan budaya dan ekosistem. Menurut dia, Masyarakat Adat juga memiliki kontribusi penting bagi masa depan bersama.
"Masyarakat adat mencakup lebih dari 6 persen populasi dunia. Mereka adalah penjaga warisan budaya, pelestari ekosistem yang sangat penting, serta kontributor yang berperan penting bagi masa depan bersama kita," kata Guterres dalam peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Minggu, 9 Agustus 2026.
Namun, Guterres menyoroti masih adanya ancaman yang tidak proporsional terhadap hak dan kesejahteraan masyarakat adat. Salah satu persoalan yang mencolok adalah kesehatan ibu dan bayi, dengan komplikasi dan kematian yang disebut jauh lebih tinggi dibandingkan populasi secara umum.
Karena itu, PBB secara khusus menyoroti kontribusi bidan masyarakat adat. Guterres mengatakan, berbagai bukti menunjukkan mereka dapat meningkatkan hasil kesehatan bagi ibu dan bayi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.
"Mereka (bidan adat) membantu meningkatkan hasil kesehatan bagi ibu dan bayi, memperkuat kepercayaan terhadap sistem kesehatan. Serta memastikan keberlanjutan pelayanan kesehatan," ujar Guterres menambahkan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, bidan masyarakat adat juga berperan sebagai penjaga pengetahuan dan budaya. Mereka turut mempertahankan bahasa, nilai-nilai, serta praktik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Guterres mengatakan PBB bekerja sama dengan negara-negara anggota dan masyarakat adat untuk mendorong pendekatan berbasis hak dalam pelayanan kesehatan. Pemerintah juga didorong mengumpulkan data mengenai masyarakat adat yang selama ini masih banyak belum tercatat dalam sistem kesehatan.
"Kearifan tradisional dapat melindungi kehidupan yang baru. Bersama-sama, mari kita memastikan bahwa para bidan Masyarakat Adat, serta komunitas yang mereka layani, memiliki segala yang mereka butuhkan untuk berkembang dan hidup sejahtera," kata Guterres.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....