Joint Statement BRICS Belum Tercapai, Indonesia Tetap Perkuat WTO

  • 09 Agt 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan perlunya penguatan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan melalui WTO dalam pertemuan BRICS.
  • Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS berlangsung pada 6-7 Agustus 2026 di Jaipur, India dengan pembahasan substansi yang sudah disepakati sebagian besar negara anggota.
  • Meskipun sebagian besar substansi pertemuan disepakati, joint statement belum tercapai antara negara-negara anggota BRICS.

RRI.CO.ID, Jaipur - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso menegaskan pentingnya penguatan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan melalui WTO. Penegasan tersebut disampaikan usai menghadiri sesi penutupan rangkaian Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS di Jaipur, India.

BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) berlangsung pada 6-7 Agustus 2026. Budi mengatakan para menteri perdagangan negara anggota BRICS menyepakati sebagian besar substansi pertemuan, meskipun joint statement belum tercapai.

“Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral berbasis aturan melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Pada saat yang sama, BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata bermanfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang,” ujar Budi dalam keterangannya di Jaipur, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Budi menjelaskan BRICS TMM membahas empat poin utama. Poin pertama mencakup komitmen memperkuat sistem perdagangan multilateral dengan WTO sebagai inti dan menempatkan pembangunan sebagai fokus utama.

Komitmen tersebut juga memastikan perlakuan khusus dan berbeda bagi negara berkembang dalam sistem perdagangan multilateral. Pembahasan tersebut juga mencakup upaya memulihkan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.

Poin kedua membahas penguatan internasionalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan akses pembiayaan perdagangan. BRICS turut membahas prinsip-prinsip panduan dalam penilaian kredit serta Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting.

“Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Budi.

Poin ketiga membahas Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains untuk memperkuat rantai nilai global. Upaya tersebut mencakup digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas, serta penguatan kawasan ekonomi khusus dan kapasitas industri.

Poin keempat mencakup BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders. Inisiatif tersebut mendorong perdagangan jasa digital, memperluas perdagangan intra-BRICS, meningkatkan keterampilan digital, memperkuat ekonomi digital di negara-negara berkembang.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal menegaskan negara-negara anggota BRICS telah menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi. Ia berharap kerja sama tersebut dapat dilanjutkan saat Tiongkok memegang Keketuaan BRICS pada 2027.

Para Menteri Perdagangan BRICS juga menegaskan kembali komitmen memperdalam kerja sama ekonomi melalui penyelesaian Strategy for BRICS Economic Partnership 2030. Strategi tersebut akan menjadi acuan dalam mengarahkan pengembangan berbagai strategi sektoral, program kerja, dan peta jalan kerja sama ekonomi BRICS hingga 2030.

Budi menilai penyusunan strategi tersebut menjadi tonggak penting agar kemitraan ekonomi BRICS semakin responsif terhadap dinamika perdagangan global. Strategi tersebut juga mencerminkan komitmen bersama negara-negara BRICS untuk memperkuat kerja sama ekonomi terarah, inklusif, dan berorientasi pembangunan.

“Indonesia menyambut baik penyelesaian Strategy for BRICS Economic Partnership 2030. Strategi ini diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat kemitraan ekonomi BRICS yang semakin erat sekaligus membuka lebih banyak peluang,” ucap Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....