Gelombang Panas Picu Sungai Danube Surut, Fosil Mammoth Ditemukan
- 04 Agt 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gelombang panas dan kekeringan ekstrem di Eropa menyebabkan permukaan sejumlah sungai mencapai titik terendah dalam sejarah.
- Kondisi cuaca ekstrem mengungkap berbagai peninggalan bersejarah berharga termasuk fosil mammoth dan bangkai kapal kuno.
- Sungai Danube di Bulgaria mencatat rekor air terendah dengan ditemukannya sisa-sisa diduga fosil mammoth di dasar sungai yang mengering.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda Eropa menyebabkan permukaan sejumlah sungai menyusut ke titik terendah dalam sejarah. Kondisi tersebut mengungkap berbagai peninggalan bersejarah, mulai dari fosil mammoth hingga bangkai kapal.
Salah satu temuan terjadi di Sungai Danube, Bulgaria, setelah permukaan air turun hingga rekor terendah. Sisa-sisa yang diduga merupakan fosil mammoth ditemukan di dasar sungai yang mengering.
Direktur Museum Sejarah Regional di Kota Ruse mengatakan fosil tersebut terdiri atas rahang bawah, dua gading, dan kemungkinan satu tulang rusuk. Temuan itu kini akan menjalani penelitian lebih lanjut untuk memastikan asal-usulnya.
Surutnya Sungai Danube juga mengungkap bangkai kapal kargo Fulton di Kroasia. Kapal tersebut tenggelam pada 1937 saat mengangkut batu bara menyusuri sungai.
Sementara di Serbia, permukaan air yang terus menyusut memperlihatkan sisa-sisa kapal perang Nazi yang tenggelam sejak Perang Dunia II. Bangkai kapal itu kembali terlihat setelah puluhan tahun berada di dasar sungai.
Gelombang panas yang melanda Eropa pada musim panas tahun ini memicu kekeringan berkepanjangan di berbagai wilayah. Para ilmuwan menyebut perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat suhu ekstrem menjadi lebih sering dan lebih intens.
Selain memicu kebakaran hutan, cuaca panas juga memberi tekanan besar terhadap sumber daya air. Sungai-sungai besar menyusut, mengganggu pelayaran, pariwisata, hingga pasokan energi.
Di Budapest, Hungaria, ketinggian air Sungai Danube tercatat hanya sekitar sembilan inci pada Rabu, 29 Juli 2026. Angka tersebut memecahkan rekor terendah sebelumnya yang tercatat pada 2013.
Kondisi itu berdampak pada pembangkit listrik tenaga nuklir Paks yang menggunakan air Sungai Danube sebagai sistem pendingin. Perdana Menteri Hungaria, Peter Magyar mengatakan seluruh pembangkit tersebut terpaksa dihentikan untuk pertama kalinya dalam 44 tahun.
Kekeringan juga menghambat aktivitas pelayaran. Kapal-kapal pengangkut barang harus mengurangi muatan agar tidak tenggelam, sehingga biaya distribusi menjadi lebih mahal dan waktu pengiriman bertambah.
Sektor pariwisata ikut terdampak akibat menyusutnya permukaan sungai. Sejumlah kapal pesiar sungai membatalkan atau mengubah rute perjalanan.
Fenomena serupa terjadi di Danau Brenets yang berada di perbatasan Swiss dan Prancis. Danau tersebut hampir mengering setelah debit Sungai Doubs, yang menjadi sumber air utamanya, terus menurun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....