KBRI Phnom Penh Sebut Minat Belajar Bahasa Indonesia di Kamboja Tinggi
- 02 Agt 2026 12:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie mengungkapkan, tingginya minat warga Kamboja untuk belajar bahasa Indonesia.
RRI.CO.ID, Phnom Penh – Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh mengungkapkan minta warga Kamboja untuk belajar Bahasa Indonesia sangat tinggi. Demikian disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, melalui keterangannya pada Minggu 2 Agustus 2026.
Menurut dia, ini terlihat dari antusiasme warga setempat terhadap program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Semester I 2026 di Phnom Penh. Program ini diikuti 125 peserta dan berlangsung selama 4,5 bulan di berbagai lokasi strategis di ibu kota Kamboja itu.
Misalnya markas Special Forces Command (911) Royal Cambodian Armed Forces, Royal University of Phnom Penh, University of Cambodia, dan An-Nikmah School. “Kami juga menyelenggarakannya secara daring dengan dukungan pengajar dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujarnya.
Krishnajie menegaskan bahasa merupakan jembatan paling efektif untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Menurut dia, hubungan Indonesia dan Kamboja tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga hubungan antarmasyarakat.
“Bahasa membuka pintu untuk saling memahami, mengenal budaya, dan membangun kepercayaan," katanya. "Semakin banyak masyarakat Kamboja yang belajar Bahasa Indonesia, semakin kuat pula fondasi persahabatan kedua negara di masa depan."
KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Program BIPA sebagai instrumen diplomasi publik utama di Kamboja. Proses pembelajaran menurut rencana juga akan diselenggarakan secara daring.
“Meski pembelajaran pada Semester II 2026 direncanakan secara daring, KBRI meyakini antusiasme masyarakat Kamboja akan tetap tinggi," ujar Krishnajie. "Sehingga, semakin banyak generasi muda Kamboja yang menjadi sahabat Indonesia dan memperkokoh hubungan bilateral di masa mendatang.
Program BIPA Semester I 2026 telah ditutup dengan penyelenggaraan Indonesia–Cambodia Friendship Night oleh KBRI Phnom Penh, Sabtu, 25 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut diberikan penghargaan kepada pengajar BIPA Semester I 2026, Gitamaorezqi Maharani.
Penghargaan diberikan atas dedikasinya mengajarkan Bahasa Indonesia sekaligus mempromosikan seni budaya Nusantara melalui Pusat Budaya Nusantara (Pusbudi). Gitamaorezqi aktif tampil bersama grup angklung dan kolintang dalam acara Pasar Malam Indonesia pada akhir April 2026.
Dia juga mempersembahkan tari zapin pada ajang Cambodia Muslim Friendly Tourism Forum and Fair 2026. Peran ganda ini menempatkan pengajar BIPA tidak hanya sebagai Duta Bahasa, tetapi juga Duta Budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....