ASEAN-ID Roadshow Wujudkan Ketahanan Berkelanjutan lewat Peran Pemuda

  • 02 Agt 2026 12:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ASEAN-ID Roadshow dirancang untuk membumikan konsep ketahanan berkelanjutan (sustainable resilience) yang menempatkan kesiapsiagaan komunitas lokal dan pemuda sebagai garda terdepan.

RRI.CO.ID, Bandung – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menggelar kegiatan ASEAN-ID Roadshow di Bandung, Jawa Barat, Jumat 31 Juli 2026. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN-ID Resilience yang diselenggarakan di sela-sela Pertemuan Komite Penanggulangan Bencana ASEAN (ACDM) ke-48.

ASEAN-ID Roadshow dirancang untuk membumikan konsep ketahanan berkelanjutan (sustainable resilience) sebagai tindak lanjut prakarsa Indonesia pada Keketuaan ASEAN 2023. Konsep ini menempatkan kesiapsiagaan komunitas lokal dan pemuda sebagai garda terdepan dalam merespons ancaman perubahan iklim dan bencana.

Kemlu memetakan ASEAN-ID Roadshow menjadi tiga subkegiatan utama. Pertama, ASEAN Goes to Campus di Universitas Padjadjaran yang menyoroti peran strategis pemuda dalam membangun ketahanan di ASEAN.

Kedua, Kunjungan ke Desa Lebak Muncang, Ciwidey, Jawa Barat. Ketiga, kunjungan budaya ke Rumah Angklung Jawa Barat untuk memperkenalkan budaya tradisional sebagai sumber utama ketahanan komunitas lokal.

Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Yuliana Bahar, mengatakan inisiatif tersebut tidak boleh hanya berhenti pada tingkat keputusan. “Ini memang harus dimulai dari para pemuda,” katanya dikutip dari laman Kemlu RI, Minggu, 2 Agustus 2026.

Pentingnya peran pemuda juga ditekankan dalam konteks keadilan iklim global. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menyoroti urgensi bagi generasi muda untuk bersuara.

“Kontribusi Indonesia dan Pakistan memang masih kurang dari 1 persen terhadap emisi gas rumah kaca global,” ujarnya. “Namun, keduanya justru menjadi bagian dari 10 besar negara paling terdampak oleh perubahan iklim.”

Karena itu, lanjut Zahid, Indonesia dan Pakistan berhak untuk bersuara lebih lantang demi pelestarian iklim. “Pemuda sebagai pemimpin masa depan harus berani menyuarakan hal ini,” ujarnya.

Wakil Kepala Perwakilan Jepang untuk ASEAN, Yoshiyasu Iseki, menegaskan pentingnya sinergi kawasan yang bermula dari akar rumput. Menurut dia, tantangan kawasan membutuhkan kemitraan dan kerja sama regional yang inklusif serta aksi nyata dari para pemuda.

Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Universitas Padjajaran, ASEAN-ID Roadshow menjadi wujud diplomasi ketahanan nasional. Terutama yang berpusat pada kekuatan masyarakat lokal.

“Melalui pendekatan ini, Indonesia menargetkan agar konsep ketahanan kawasan dapat diimplementasikan secara konkret,” kata Yuliana. “Caranyadengan menjadikan ekosistem desa dan generasi muda sebagai motor penggerak utamanya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....