Filipina Tertarik Perkuat Kerja Sama Perdagangan Halal dengan Indonesia
- 31 Jul 2026 14:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Filipina menyatakan ketertarikannya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan industri dan perdagangan halal.
- Indonesia dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman yang lebih matang dalam pengembangan ekosistem halal.
- Industri halal global saat ini memiliki nilai sekitar USD2,6 triliun dan masih terus bertumbuh.
RRI.CO.ID, Manila - Pemerintah Filipina menyatakan ketertarikannya untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan industri dan perdagangan halal. Salah satu langkah yang tengah diupayakan ialah penyusunan perjanjian saling pengakuan (MRA) di bidang sertifikasi halal, sekaligus mendorong penyelarasan standar halal di tingkat ASEAN.
Indonesia dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman yang lebih matang dalam pengembangan ekosistem halal. Kata Kepala Divisi Hubungan dan Pengaturan Regional, Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) Filipina, Denise Cheska C. Enriquez.
"Jawaban singkatnya adalah ya (tertarik menjalin kerja sama halal dengan Indonesia-red). Namun, jawaban yang lebih lengkap adalah bahwa kerja sama tersebut sebenarnya sudah berjalan dengan baik,” ujar Denise Cheska C. Enriquez saat konferensi pers bersama para jurnalis peserta ASEAN Media Forum (AMF) ke-10, di kantor kepresidenan Filipina, Kompleks Malacanan, Kamis, 30 Juli 2026, Manila.
“Indonesia tentu merupakan mitra yang sangat alami dalam bidang pengakuan sertifikasi halal dan pengembangan standar halal.”
Denise menjelaskan, industri halal global saat ini memiliki nilai sekitar USD2,6 triliun dan masih terus bertumbuh. Sehingga, Filipina ingin mengambil bagian dalam pasar halal dunia melalui penguatan kerja sama dengan negara-negara yang telah memiliki pengalaman.
"Industri halal merupakan sektor yang sangat besar. Nilainya saat ini diperkirakan mencapai sekitar USD2,6 triliun dollar dan terus mengalami pertumbuhan. Filipina tentu ingin turut mengambil bagian dari peluang pasar tersebut," ujarnya menambahkan.
Menurut Denise, salah satu fokus yang sedang dibahas adalah pembentukan Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Indonesia. Melalui mekanisme tersebut, kedua negara diharapkan dapat saling mengakui standar dan sertifikasi halal, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan standar halal regional yang lebih terintegrasi.
"Indonesia telah memiliki pengalaman yang sangat luas di bidang ini, karena itu kami sedang mengupayakan perjanjian saling pengakuan (MRA) dengan Indonesia. Bukan hanya untuk belajar dari pengalaman Indonesia, tetapi juga untuk mulai mengembangkan standar halal di tingkat regional," kata Denise menjelaskan.
Ia menambahkan bahwa Filipina juga mendorong agar upaya tersebut menjadi bagian dari kerja sama ASEAN. Sebab ia menilai, semakin banyak negara yang berpartisipasi dalam suatu perjanjian maupun pengembangan standar, semakin luas pula pasar yang dapat diakses.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....