Buka ASEAN Media Forum, Sekjen Kao Soroti Tantangan AI dan Disinformasi
- 29 Jul 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan pentingnya peran jurnalisme profesional di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), disinformasi, dan perubahan lanskap media digital.
- AMF telah menjadi wadah yang mempertemukan para pemimpin media, pemimpin redaksi, pembuat kebijakan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga kalangan dunia usaha dari seluruh negara anggota ASEAN.
- Kao turut menyampaikan apresiasi kepada Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) atas dukungannya yang berkelanjutan kepada Sekretariat ASEAN dalam penyelenggaraan ASEAN Media Forum.
RRI.CO.ID, Manila - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan pentingnya peran jurnalisme profesional di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), disinformasi, dan perubahan lanskap media digital. Hal itu disampaikan Sekjen Kao saat membuka ASEAN Media Forum (AMF) ke-10, Rabu, 29 Juli 2026, di Manila, Filipina.
Menurut dia, media memiliki posisi strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ASEAN sekaligus menjaga kepercayaan publik di era banjir informasi. Kao menyebut sejak pertama kali digelar pada 2017, AMF telah menjadi wadah yang mempertemukan para pemimpin media, pemimpin redaksi, pembuat kebijakan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga kalangan dunia usaha dari seluruh negara anggota ASEAN.
"Forum ini memberikan kesempatan untuk mengkaji prioritas, pencapaian, dan tantangan ASEAN seiring dengan berbagai perkembangan regional maupun global yang terus memengaruhi dan membentuk komunitas kita. Serta mengajak kita merenungkan bagaimana jurnalisme, media massa, dan komunikasi publik dapat memperdalam pemahaman masyarakat terhadap ASEAN dan berbagai upayanya," ujar Sekjen ASEAN
Ia menyoroti perubahan besar dalam lanskap media dibandingkan satu dekade lalu. Menurutnya, berita kini bersaing dengan arus konten tanpa henti di platform digital dan media sosial, yang memungkinkan informasi menyebar secara instan, tetapi belum tentu akurat maupun dapat dipercaya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, turut mempercepat penyebaran misinformasi, disinformasi, kesalahpahaman komunikasi, hingga konten yang dimanipulasi lintas negara. Kao Kim Hourn juga menilai kehadiran Generative AI membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi industri media.
Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi ruang redaksi dan mendukung pelaporan multibahasa secara waktu nyata. Namun, di sisi lain, AI memunculkan persoalan mengenai akuntabilitas editorial, keaslian konten, hak cipta, serta meningkatnya ancaman media sintetis dan deepfake.
"Perkembangan ini semakin menegaskan pentingnya jurnalisme profesional yang berlandaskan verifikasi, konteks, dan standar etika. Kepercayaan publik, sekali hilang, sangat sulit dipulihkan kembali, sehingga kredibilitas menjadi salah satu aset media yang paling berharga sekaligus paling rentan," katanya menjelaskan.
Secara khusus Kao mengajak seluruh peserta ASEAN Media Forum ke-10 untuk berpartisipasi secara aktif dalam diskusi yang berlangsung selama forum. Menurutnya, pertukaran pengalaman dan perspektif dari para praktisi media di kawasan akan membantu ASEAN membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat serta memperkuat diplomasi publik organisasi regional tersebut.
Kao turut menyampaikan apresiasi kepada Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) atas dukungannya yang berkelanjutan kepada Sekretariat ASEAN dalam penyelenggaraan ASEAN Media Forum. Dukungan tersebut, kata dia, berkontribusi dalam memperkuat komunikasi ASEAN, meningkatkan penyebarluasan informasi kepada publik, serta mendorong penguatan diplomasi publik ASEAN di kawasan.
"Saya juga ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Republik Federal Jerman, melalui GIZ, atas dukungannya yang konsisten kepada Sekretariat ASEAN dalam penyelenggaraan ASEAN Media Forum. Serta, atas kemitraan yang terus berlanjut dalam memperkuat komunikasi ASEAN, meningkatkan upaya penyebarluasan informasi kepada publik, dan pada akhirnya memajukan diplomasi publik ASEAN," ujar Sekjen Kao menutup sambutannya.
35 jurnalis dari 11 negara anggota ASEAN mengikuti ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 pada 29–30 Juli 2026, di Manila, Filipina. Tahun ini mencatat sejarah baru dengan keikutsertaan jurnalis dari Timor Leste untuk pertama kalinya di bawah Keketuaan ASEAN Filipina 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....