Wapres Gibran Bertemu dengan DPM Kamboja, Perkuat Kemitraan Strategis
- 29 Jul 2026 07:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada 28 Juli 2026.
- Pertemuan bilateral membahas reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga, serta penanganan tindak pidana perdagangan orang yang terkait praktik penipuan daring.
- Dialog strategis ini menunjukkan komitmen Indonesia dan Kamboja dalam memperkuat kerjasama di berbagai sektor pembangunan dan keamanan regional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja, Hun Many. Pertemuan dilakukan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah agenda strategis dalam hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja. Meliputi reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga, serta penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkaitan dengan praktik penipuan daring.
Pertemuan ini juga merupakan bagian langkah Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan dengan negara-negara ASEAN melalui kerja sama yang semakin erat. Upaya tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperkokoh solidaritas, dialog, dan kolaborasi antarnegara ASEAN.
Wapres mendorong agar hubungan Indonesia-Kamboja terus dikembangkan melalui kerja sama konkret dan responsif terhadap kebutuhan kedua negara. Diantaranya tentang penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.
“Kerjasama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden,” ujar Wapres.
“Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu Wapres didampingi Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta. Ia mengungkapkan bahwa Wapres Gibran bersama DPM Hun Many juga membahas penguatan kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga.
Kerja sama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda. “Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga,” ujar Anis usai pertemuan.
Salah satu perhatian dalam kerja sama olahraga adalah pengembangan olahraga disabilitas. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa DPM Hun Many memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga disabilitas.
“Deputy Prime Minister Hun Many ini sangat konsen dengan olahraga disabilitas,” ujar Erick. Dalam pembahasan tersebut, Kamboja juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya melalui fasilitas olahraga di Kota Solo.
Fasilitas tersebut dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi ruang kerja sama olahraga antara Indonesia-Kamboja. Agenda lainnya yang dibahas Wapres Gibran dan DPM Hun Many adalah penanganan TPPO yang berkaitan dengan praktik online scam.
Isu tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang terus berlanjut antara Indonesia dan Kamboja. Terutama dalam upaya memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia.
“Pembicaraan yang ketiga, tapi ini pembicaraan yang terus berlanjut mengenai penanganan TPPO yang berhubungan dengan scam ya di Kamboja,” ujar Anis. Melalui pertemuan ini, Wapres Gibran terus mendorong penguatan hubungan Indonesia dan Kamboja melalui kerja sama yang konkret.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....