Mengenang 24 Pramuka Filipina Gugur dalam Kecelakaan Pesawat pada 28 Juli 1963

  • 28 Jul 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 24 delegasi Pramuka Filipina tewas dalam kecelakaan pesawat pada 28 Juli 1963.
  • Pesawat jatuh ke Laut Arab setelah kehilangan kendali saat menghadapi cuaca buruk dan turbulensi.
  • Tragedi tersebut mengguncang Jambore Dunia di Marathon dan penyebab pasti kecelakaan tidak diketahui.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tragedi besar menimpa rombongan Pramuka Filipina yang hendak menghadiri Jambore Pramuka Dunia ke-11 di Marathon, Yunani. Peristiwa itu terjadi pada 28 Juli 1963 silam.

Mengutip The Kahimyang Project, sebanyak 24 delegasi Filipina tewas dalam kecelakaan pesawat itu. Mereka terdiri atas 21 pramuka berusia 14 hingga 19 tahun dan tiga pendamping dewasa.

Rombongan berangkat dari Manila pada 27 Juli 1963. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan United Arab Airlines Flight 869 dari Hong Kong menuju Athena.

Pesawat jenis de Havilland Comet 4C itu membawa 55 penumpang dan delapan awak. Sekitar pukul 01.50 waktu setempat, pesawat tengah mendekati Bandara Santa Cruz di Bombay, India.

Kru dilaporkan menghadapi cuaca buruk, hujan deras, dan turbulensi hebat. Pesawat kehilangan kendali saat melakukan manuver dan jatuh ke Laut Arab, sekitar sembilan mil laut dari Madh Island.

Seluruh 63 orang di dalam pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut. Kabar kecelakaan itu mengguncang pelaksanaan Jambore Dunia di Marathon yang diikuti sekitar 14 ribu pramuka dari 89 negara.

Bendera di lokasi jambore dikibarkan setengah tiang. Sementara itu, area yang seharusnya ditempati kontingen Filipina dibiarkan kosong sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Penyelidikan menyimpulkan pesawat kemungkinan kehilangan kendali ketika berbelok dalam kondisi turbulensi dan hujan deras. Kendati demikian, penyebab pasti kecelakaan tidak dapat ditentukan.

Hal ini karena bangkai pesawat tidak berhasil dievakuasi dan kru sebelumnya tidak melaporkan gangguan teknis. Dari jasad yang berhasil ditemukan di Teluk Bombay, hanya lima korban yang dapat diidentifikasi secara positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....