Diaspora Indonesia: Situasi Bahrain Masih Aman dan Terkendali
- 25 Jul 2026 02:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Situasi keamanan Bahrain masih terkendali karena pemerintah Bahrain belum menetapkan status evakuasi bagi seluruh warga hingga sekarang.
- Notifikasi darurat dari pemerintah Bahrain tetap dikirim setiap muncul ancaman rudal maupun drone menuju wilayah negara tersebut
- Sasaran utama serangan Iran tetap berfokus pada pangkalan militer Amerika Serikat, bukan kawasan permukiman masyarakat Bahrain.
RRI.CO.ID, Jakarta – President Indonesian Diaspora Network (IDN) Chapter Bahrain, Body Pernandes, memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Bahrain tetap aman meski Iran kembali menyerang aset militer Amerika Serikat di negara tersebut. Menurutnya, pemerintah Bahrain masih mampu mengendalikan situasi dan belum menetapkan status evakuasi bagi warga.
"Kami di sini baik-baik saja. Pemerintah Bahrain masih mengendalikan situasi dan belum menetapkan status evakuasi," ujar Body kepada PRO3 RRI, Kamis 23 Juli 2026 malam.
Body mengatakan pemerintah Bahrain terus mengirimkan notifikasi darurat setiap kali terdeteksi ancaman rudal atau drone yang mengarah ke wilayah negara itu. Setelah pemerintah mengeluarkan pemberitahuan kondisi aman (all clear), masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.
"Setelah ada pemberitahuan all clear, kami langsung melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tanpa kepanikan yang berlebihan," katanya.
Ia menjelaskan sasaran serangan Iran tetap berfokus pada pangkalan militer Amerika Serikat, bukan kawasan permukiman warga Bahrain. Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan otoritas setempat.
"Yang ditargetkan memang pangkalan Amerika Serikat. Bukan permukiman warga seperti yang ramai diberitakan sebagian media," ujarnya.
Body menambahkan pemerintah Bahrain secara rutin menyampaikan peringatan melalui notifikasi telepon seluler yang disertai arahan keselamatan. Saat alarm berbunyi, para pekerja diarahkan menuju basement dan kembali beraktivitas setelah menerima pemberitahuan situasi aman.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi keamanan di Bahrain. Menurutnya, informasi sebaiknya diperoleh dari keluarga yang berada di Bahrain, pemerintah setempat, maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar tidak memicu kepanikan.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan kembali menyerang aset militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Fasilitas yang menjadi sasaran meliputi sistem pertahanan udara, instalasi radar, sistem pertahanan rudal, serta sistem penerimaan satelit.
Berdasarkan laporan AFP, Selasa 21 Juli 2026, IRGC menyatakan serangan ditujukan ke dua sistem pertahanan udara dan instalasi radar di dua pos terdepan milik Amerika Serikat di Bahrain. Serangan tersebut juga disebut menyasar sistem pertahanan rudal, radar, dan sistem penerimaan satelit milik AS di Kuwait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....