Dubes RI Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Afteng

  • 22 Jul 2026 17:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Duta Besar Agung Cahaya Sumirat secara resmi memulai masa tugasnya di Republik Afrika Tengah setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Faustin Archange Touadéra.
  • Prosesi penyerahan surat kepercayaan berlangsung di Istana Kepresidenan Bangui pada 17 Juli 2026 dengan kehadiran Menteri Ekonomi, Perencanaan, dan Kerja Sama Internasional Marc Mandaba.
  • Agung Cahaya Sumirat merangkap posisi sebagai Duta Besar untuk dua negara, yaitu Kamerun dan Republik Afrika Tengah.

RRI.CO.ID, Bangui – Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun yang juga merangkap Republik Afrika Tengah, Agung Cahaya Sumirat, resmi memulai masa tugasnya di Republik Afrika Tengah setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Faustin Archange Touadéra.

Prosesi penyerahan surat kepercayaan berlangsung di Istana Kepresidenan Bangui pada 17 Juli 2026. Presiden Touadéra menerima Dubes Agung didampingi Menteri Ekonomi, Perencanaan, dan Kerja Sama Internasional Marc Mandaba serta sejumlah pejabat tinggi Republik Afrika Tengah. Sementara itu, Dubes Agung didampingi Sekretaris Pertama KBRI Yaoundé, Anindita Aji Pratama.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Touadéra menyampaikan apresiasi atas kemajuan pembangunan Indonesia. Ia juga berharap hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral kedua negara dapat terus diperkuat di berbagai bidang.

Presiden Touadéra menegaskan Republik Afrika Tengah ingin membuka kemitraan seluas-luasnya dengan berbagai negara untuk mendukung pembangunan nasional.

Pada kesempatan itu, Dubes Agung menyampaikan salam hangat Presiden RI Prabowo Subianto kepada Presiden Touadéra. Ia juga mengangkat semangat Konferensi Asia-Afrika sebagai fondasi solidaritas dan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika.

Selain itu, Dubes Agung menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Republik Afrika Tengah melalui keikutsertaan Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi Polri yang tergabung dalam Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensional Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Bangui, Dubes Agung juga bertemu dengan Deputy Special Representative of the Secretary-General (DSRSG) MINUSCA, Mohamed Ag Ayoya.

Pada pertemuan tersebut, Ayoya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi lebih dari 300 personel kontingen Indonesia yang dinilai profesional dan memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan masyarakat di Republik Afrika Tengah.

Dubes Agung kemudian mengunjungi markas Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi Indonesia di MINUSCA. Kunjungan itu disambut dengan upacara kehormatan militer dan pertunjukan tari tradisional kuda lumping.

Komandan Kompi Zeni TNI Letkol Czi Septian Hermawan Saputra dan Komandan Unit Polisi Indonesia Kombes Pol Norhayat memaparkan berbagai tugas serta capaian kontingen Indonesia selama menjalankan mandat PBB.

Keduanya juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung misi perdamaian MINUSCA sekaligus menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional.

Dubes Agung memberikan apresiasi atas kiprah para personel Indonesia yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga perdamaian, tetapi juga aktif membangun hubungan dengan masyarakat setempat.

"Saya sangat senang karena para kontingen Indonesia aktif dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat lokal melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur," ujar Agung.

Ia mengaku terkesan saat mendengar sejumlah pedagang di pasar tradisional Bangui menggunakan kosakata bahasa Indonesia yang dipelajari melalui interaksi dengan personel TNI dan Polri.

Menurut Dubes Agung, hal tersebut menjadi bukti keberhasilan kontingen Indonesia dalam membangun kedekatan atau dengan masyarakat setempat. Warga Bangui pun dikenal memiliki kesan positif terhadap masyarakat Indonesia yang dinilai ramah dan senang membantu.

Republik Afrika Tengah merupakan negara di jantung Benua Afrika dengan jumlah penduduk sekitar 5,5 juta jiwa serta memiliki potensi sumber daya alam berupa emas dan berlian. Negara tersebut dilanda konflik bersenjata sejak 2013, sehingga Dewan Keamanan PBB membentuk misi MINUSCA pada 2014 untuk melindungi warga sipil, mendukung proses perdamaian, dan membantu pemerintah menjalankan fungsi negara.

Indonesia dan Republik Afrika Tengah menjalin hubungan diplomatik sejak 2016. Tahun ini menjadi momentum penting karena menandai satu dekade hubungan bilateral kedua negara. Selain mengirim kontingen perdamaian, Indonesia juga memiliki tujuh pekerja migran yang bekerja di sektor perhotelan dan pertambangan di Republik Afrika Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....