Soal Myanmar, Menlu Usulkan Dialog Nasional Inklusif yang Libatkan Seluruh Pihak
- 13 Jul 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu Sugiono mendorong peninjauan perkembangan implementasi 5PC yang objektif dan berimbang pada Pertemuan Informal Para Menlu ASEAN dengan Myanmar.
RRI.CO.ID, Bangkok – Menlu RI Sugiono menghadiri Pertemuan Informal Para Menlu ASEAN dengan Myanmar yang berlangsung di Bangkok, Tailan, Minggu, 12 Juli 2026. Pertemuan ini diinisiasi oleh Filipina selaku Ketua ASEAN 2026, bekerja sama dengan Tailan sebagai tuan rumah.
Pertemuan merupakan tindak lanjut dari pembahasan pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, dan Pertemuan Menlu ASEAN secara daring pada 21 Mei 2026. Serta tindak lanjut dari kunjungan Menlu RI ke Nay Pyi Taw pada 8 Juni 2026.
Pertemuan bertujuan memperoleh perkembangan terkini di Myanmar, sekaligus mengidentifikasi langkah ASEAN selanjutnya. Guna mendorong implementasi konkret Five-Point Consensus (5PC) sebagai kerangka utama ASEAN dalam mendukung penyelesaian damai di Myanmar.
Menlu Sugiono mendorong peninjauan perkembangan implementasi 5PC yang objektif dan berimbang. Meski terdapat sejumlah perkembangan pascapemilu di Myanmar, implementasi 5PC masih menghadapi berbagai tantangan.
“Termasuk mewujudkan dialog inklusif yang krusial bagi upaya rekonsiliasi nasional,” ujarnya. Menurut Menlu, dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional berkelanjutan.
Sugiono juga menegaskan 5PC tetap menjadi acuan utama ASEAN dengan penekanan pada penghentian kekerasan, dialog inklusif, serta bantuan kemanusiaan. Menlu juga mendorong penguatan mekanisme kolektif ASEAN.
“Termasuk pembahasan mengenai perpanjangan mandat Utusan Khusus untuk menjaga keberlanjutan upaya penyelesaian damai di Myanmar,” ucapnya. Indonesia terus mendukung proses perdamaian yang bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led.
Termasuk melalui berbagai inisiatif engagement dengan seluruh pemangku kepentingan Myanmar. “Kami siap membantu membangun jembatan untuk mewujudkan hal tersebut," kata Menlu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....