Angklung Masuk ke Kurikulum Pembelajaran SLB di Jepang

  • 11 Jul 2026 12:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Alat musik tradisional angklung masuk ke dalam kurikulum resmi di Sekolah Luar Biasa (SLB), Gifu Special Needs School di Tokyo, Jepang.
  • Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, memberikan apresiasi diplomatik atas keberhasilan penembusan budaya Indonesia dalam sistem pendidikan inklusif di Jepang.
  • Angklung resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 16 November 2010.

RRI.CO.ID, Tokyo - Alat musik tradisional angklung masuk ke dalam kurikulum resmi di Sekolah Luar Biasa (SLB), Gifu Special Needs School di Tokyo, Jepang. Mulai tahun ajaran 2026, Gifu Special Needs School secara resmi memasukkan angklung ke dalam kurikulum pembelajaran musik tingkat SMA.

Langkah ini menjadikan mereka sebagai salah satu sekolah luar biasa pionir di Jepang. Yakni, yang menggunakan kebudayaan Indonesia sebagai media terapi motorik, sosial, dan komunikasi bagi siswa berkebutuhan khusus.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, memberikan apresiasi diplomatik atas keberhasilan penembusan budaya Indonesia dalam sistem pendidikan inklusif di Jepang. Penguatan kerja sama ini diwujudkan melalui pemberian satu set angklung dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada Gifu Special Needs School.

Adapun acara serah terima yang dihadiri oleh KBRI Tokyo secara daring, pada Senin, 6 Juli 2026. Dubes Kartini, menegaskan pencapaian yang diinisiasi oleh dunia akademik ini merupakan bukti nyata kuatnya hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Angklung yang diakui UNESCO mengandung filosofi gotong royong. Masuknya instrumen ini ke dalam kurikulum resmi Jepang menunjukkan bagaimana kebudayaan mampu menjadi media pembelajaran karakter yang melintasi batas negara,” ujar Dubes Kartini dikutip dari laman Kemlu RI, Sabtu, 11 Juli 2026.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menyatakan rasa bangganya atas implementasi ini dan berharap pemanfaatan angklung dapat menumbuhkan inklusivitas serta harmoni di hati anak-anak Jepang. Sementara, Kepala Gifu Special Needs School, Sumi Sachi, menyampaikan terima kasih dan menegaskan para siswa sangat antusias memainkan angklung karena sifatnya yang inklusif dan mudah dimainkan bersama.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi berkelanjutan yang dibangun UPI bersama para mitra pendidikan di Jepang sejak 2022. Memasuki 2026, kemitraan ini terus diperluas melalui partisipasi dalam berbagai festival budaya di Gifu, Toyota, dan Nagoya.

Hal ini dilakukan guna mempromosikan angklung sebagai media pembelajaran yang mendukung sistem pendidikan inklusif internasional. Sementara, angklung resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 16 November 2010.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....