Perkuat Komitmen dengan ASEAN, Turki Ingin Jadi Mitra Dialog Penuh
- 01 Jul 2026 20:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagai salah satu Mitra Dialog Sektoral ASEAN, Turki ingin menjadi Mitra Dialog Penuh.
- Hal itu mencuat dalam Forum ASEAN-Turki yang diselenggarakan pada Senin, 29 Juli 2026 di Jakarta.
- Forum ASEAN-Turki menghasilkan rekomendasi utama yang berfokus pada tiga pilar transformasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagai salah satu Mitra Dialog Sektoral ASEAN, Turki ingin menjadi Mitra Dialog Penuh. Prosesnya telah dimulai dengan pengajuan permohonan kepada ASEAN sejak 2024.
Kata Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Talip Küçükcan, dalam Forum ASEAN-Turki yang diselenggarakan pada Senin, 29 Juli 2026 di Jakarta. Forum ini merupakan kerja sama Kedutaan Besar Turki di Jakarta dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) serta didukung Kantor Penasihat Komunikasi Turki.
Turki bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2010, kemudian memperoleh status sebagai Mitra Dialog Sektoral pada 2017. Adapun penyelenggaraan Forum ASEAN-Turki perdana ini semakin memperkuat langkah strategis tersebut menuju kemitraan yang lebih erat dan terlembaga.
Sementara, penyelenggaraan perdana forum ini merupakan wujud nyata komitmen kelembagaan kedua pihak untuk membangun visi strategis jangka panjang bersama. Kata Dubes Talip Küçükcan, dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 1 Juli 2026.

Talip menegaskan Forum ASEAN-Turki tidak dimaksudkan sebagai kegiatan satu kali penyelenggaraan. Melainkan menurutnya, sebagai mekanisme berkelanjutan yang akan menjadi wadah dialog strategis tingkat tinggi di masa mendatang.
Di sisi lain Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe menilai, ASEAN merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di dunia. Sementara Turki memiliki posisi strategis yang unik sebagai penghubung antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Ia menekankan penyatuan keunggulan tersebut berpotensi menghasilkan manfaat besar bagi kemakmuran bersama, ketahanan ekonomi, dan keamanan yang lebih komprehensif. Menanggapi perubahan dinamika geopolitik global, Satvinder Singh, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, menyampaikan keterkaitan ekonomi ASEAN dan Turki memerlukan perspektif baru.
Satvinder menyebut, hubungan kedua pihak layak memperoleh perhatian strategis yang lebih besar di tingkat global. Ia menambahkan saat ini bukan hanya waktu untuk mengapresiasi capaian masa lalu, tetapi juga untuk merancang bagaimana kemitraan ASEAN–Turki dapat menjadi salah satu pilar stabilitas.
Forum ASEAN-Turki menghasilkan rekomendasi utama yang berfokus pada tiga pilar transformasi. Di antaranya, memperdalam kemitraan strategis yang disebut bukan sekadar memperluas cakupan.
Kemudian, menyinergikan konektivitas energi dan produksi industri bersama. Serta, mempersiapkan angkatan kerja masa depan melalui kredensial digital.
Untuk semakin memperdalam kemitraan yang telah terjalin, keberlanjutan forum ini sangat diharapkan. Turki menyatakan, akan dengan senang hati menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan berikutnya di Ankara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....