Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Digital kepada Perusahaan Swiss

  • 30 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menawarkan peluang besar bagi perusahaan digital Swiss untuk memperluas kerja sama di sektor ekonomi digital.
  • Potensi tersebut menjadi fokus dalam Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy yang digelar KBRI Bern di Zug, Swiss, pada 25 Juni 2026.
  • Salah satu hasil yang didorong adalah kerja sama pengembangan talenta digital melalui Nongsa Digital Park di Batam.

RRI.CO.ID, Zug - Indonesia menawarkan peluang besar bagi perusahaan digital Swiss untuk memperluas kerja sama di sektor ekonomi digital. Sebagai pasar terbesar di ASEAN dan pasar digital terbesar keempat di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi yang dapat dipadukan dengan inovasi teknologi Swiss.

Potensi tersebut menjadi fokus dalam Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy yang digelar KBRI Bern di Zug, Swiss, pada 25 Juni 2026. Forum ini mempertemukan pelaku usaha, pakar, dan pembuat kebijakan untuk membahas peluang kolaborasi di bidang infrastruktur digital, fintech, dan kecerdasan buatan (AI).

Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, mengatakan Zug dipilih karena merupakan pusat kripto dan blockchain terbesar di Eropa. "Kegiatan ini mempertemukan potensi digital kedua negara yang saling melengkapi dan dilakukan di pusat kripto dan blockchain terbesar Eropa di Kanton Zug, Swiss," ujar Ngurah dalam rilis, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Ngurah, forum ini menjadi momentum memperkuat kerja sama ekonomi digital yang masih belum tergarap optimal, sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss. Kegiatan tersebut dihadiri CEO perusahaan digital, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan dari kedua negara.

Salah satu hasil yang didorong adalah kerja sama pengembangan talenta digital melalui Nongsa Digital Park di Batam. Chief Business Officer Nongsa Digital Park, Marco Bardelli, mengatakan tenaga kerja berstandar Swiss akan meningkatkan kepercayaan perusahaan Swiss untuk berinvestasi di Indonesia.

Forum juga membahas pengembangan pusat data, blockchain, dan AI. Direktur Kerja Sama Ekonomi Kanton Zug, Silvia Thalmann-Gut, menekankan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset dalam menciptakan iklim investasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London, IGP Wira Kusuma, memaparkan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. Serta, perkembangan sistem pembayaran digital, termasuk ekspansi QRIS di Asia.

Forum menghadirkan pembicara dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Blockchain Indonesia, PT Blockspere Teknoniaga Indonesia, WGS Group, dan Nongsa Digital Park. Kemudian, dihadiri perusahaan teknologi, perbankan, dan investasi dari Swiss.

“Perkembangan pesat ekonomi digital Indonesia menjadi peluang bagi inovator kedua negara untuk membangun kemitraan strategis. Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para inovator asal Swiss dan Indonesia untuk terlibat dan berinteraksi," ujar Dubes Ngurah menekankan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....