Pakistan Siap Kerja Sama Produksi Vaksin hingga Pengiriman Dokter ke Indonesia
- 26 Jun 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan menyatakan kesiapannya memperluas kerja sama di bidang kesehatan dengan Indonesia melalui sejumlah program strategis.
- Terdapat lima inisiatif utama yang sedang dikembangkan di sektor kesehatan.
- Pakistan memiliki salah satu sistem pendidikan kedokteran terbaik di dunia, dengan lebih dari 106 fakultas kedokteran dan setiap tahunnya meluluskan lebih dari 20.000 dokter.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pakistan menyatakan kesiapannya memperluas kerja sama di bidang kesehatan dengan Indonesia melalui sejumlah program strategis. Mulai dari produksi vaksin bersama, pendidikan kedokteran, pelatihan dokter spesialis, hingga pengiriman tenaga pengajar dan dokter gigi.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari berbagai nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara. Yaitu, saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad pada Desember 2025 lalu.
"Sangat penting bagi kita untuk menindaklanjuti seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani. Saat ini kedua belah pihak sedang bekerja untuk merealisasikan berbagai kesepakatan tersebut," ujar Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri saat press briefing, Jumat, 26 Juni 2026 di Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta.
Chaudhri menjelaskan, terdapat lima inisiatif utama yang sedang dikembangkan di sektor kesehatan. Program tersebut meliputi produksi bersama vaksin di Pakistan melalui kerja sama Bio Farma Indonesia dan National Institute of Health Pakistan.
“Kemudian, pendidikan kedokteran bagi mahasiswa Indonesia, pelatihan dokter spesialis Indonesia di Pakistan, pengiriman dokter gigi Pakistan ke Indonesia. Serta penugasan dosen fakultas kedokteran Pakistan untuk mengajar di perguruan tinggi Indonesia,” katanya memaparkan.
Chaudhri mengungkapkan, Pakistan memiliki kapasitas yang kuat untuk mendukung kerja sama tersebut. Menurutnya, Pakistan memiliki salah satu sistem pendidikan kedokteran terbaik di dunia, dengan lebih dari 106 fakultas kedokteran dan setiap tahunnya meluluskan lebih dari 20.000 dokter.
"Sekitar 7 hingga 8 persen dari total tenaga kerja di National Health Service (NHS) Inggris merupakan dokter asal Pakistan. Kami juga memiliki banyak dokter yang bekerja di Amerika Utara, Timur Tengah, dan Australia," ucapnya menambahkan.
Karena itu, Chaudhri mengharapkan, lebih banyak tenaga medisnya dapat berkontribusi bagi pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satu program yang disiapkan adalah pengiriman dokter gigi untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas layanan kesehatan gigi melalui klinik gigi keliling.
Chaudhri turut menilai penguatan kerja sama pendidikan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sumber daya manusia di kedua negara. Perjanjian pengakuan timbal balik atas gelar akademik serta kerja sama antarkampus, akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Pakistan dan sebaliknya.
Chaudhri menegaskan kolaborasi tersebut menjadi investasi jangka panjang mengingat Pakistan memiliki bonus demografi dengan lebih dari 65 persen penduduk berusia di bawah 30 tahun. "Kondisi demografi ini dapat menjadi tantangan sekaligus peluang, melalui pengembangan SDM yang optimal," ujarnya.
"Kita dapat mengubah tantangan tersebut menjadi sebuah peluang,” katanya menekankan. Karena itu, kerja sama di sektor kesehatan dan pendidikan menjadi sangat penting bagi masyarakat kita.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....