Pecahnya Perang Korea Diperingati 25 Juni, Konflik Pembelah Semenanjung Korea

  • 25 Jun 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 25 Juni 1950 diperingati sebagai awal pecahnya Perang Korea atau Korean War.
  • Konflik tiga tahun memakan korban sekitar 3 juta orang.
  • Gencatan senjata 1953 membuat Korea tetap terbagi dua hingga kini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 25 Juni menjadi hari bersejarah yang menandai pecahnya Perang Korea pada 1950. Konflik yang berlangsung menjadi momen terbelahnya Semenanjung Korea menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.

Mengutip Imperial War Museum, latar belakang perang bermula setelah berakhirnya Perang Dunia II. Korea yang sebelumnya berada di bawah pendudukan Jepang dibagi menjadi dua wilayah di sepanjang garis lintang ke-38.

Korea Utara kala itu berada di bawah pengaruh Uni Soviet. Sementara itu, Korea Selatan mendapat dukungan Amerika Serikat.

Pada 25 Juni 1950, pasukan Korea Utara melancarkan invasi ke Korea Selatan dan bergerak cepat ke arah selatan. Serangan tersebut membuat pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat terdesak hingga bertahan di sekitar Pelabuhan Busan.

PBB segera merespons dengan mendorong negara-negara anggotanya membantu Korea Selatan. Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, India, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, mengirimkan pasukan untuk mendukung operasi militer tersebut.

Di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur, pasukan PBB melakukan pendaratan amfibi di Incheon yang berhasil membalikkan keadaan. Pasukan Korea Utara dipukul mundur hingga mendekati Sungai Yalu, perbatasan antara Korea Utara dan Tiongkok.

Namun, masuknya Tiongkok ke dalam konflik mengubah jalannya perang. Pasukan PBB kembali dipukul mundur ke wilayah selatan.

Memasuki pertengahan 1951, pertempuran mulai menemui jalan buntu dan perundingan gencatan senjata dimulai. Meski demikian, pertempuran sengit tetap berlangsung selama dua tahun berikutnya.

Perang Korea akhirnya berakhir dengan penandatanganan perjanjian gencatan senjata pada 27 Juli 1953 di Panmunjom. Kesepakatan tersebut mengakhiri pertempuran, tetapi tidak menghasilkan perjanjian damai permanen.

Akibatnya, Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berada dalam kondisi perang hingga saat ini. Perang Korea kerap dijuluki sebagai "Forgotten War" atau perang yang terlupakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....