Indonesia Sambut MoU AS-Iran, Tetap Soroti Krisis Kemanusiaan di Palestina

  • 18 Jun 2026 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU0 antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mendorong deeskalasi serta penyelesaian konflik secara damai.
  • Meski demikian, Indonesia mengingatkan bahwa berbagai tantangan keamanan global masih memerlukan perhatian serius.
  • AS dan Iran telah menandatangani secara elektronik MoU untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

RRI.CO.ID, Kazan - Indonesia menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU0 antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mendorong deeskalasi serta penyelesaian konflik secara damai. Demikian kata Menlu RI Sugiono saat menghadiri Sesi Pleno KTT ASEAN-Rusia ke-35, Kamis, 18 Juni 2026, di Kazan.

Menlu Sugiono menyebut, Indonesia menilai kesepakatan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga stabilitas dan perdamaian internasional. Dalam pernyataannya pada pertemuan ASEAN-Rusia, Menlu Sugiono menegaskan bahwa dialog tetap menjadi instrumen paling efektif dalam menyelesaikan berbagai konflik.

"Kami menyambut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran yang bertujuan mendorong deeskalasi dan penyelesaian konflik secara damai. Hal ini menunjukkan bahwa dialog tetap merupakan jalan yang paling efektif," ujar Menlu RI.

Meski demikian, Indonesia mengingatkan bahwa berbagai tantangan keamanan global masih memerlukan perhatian serius. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina.

“Namun demikian, Indonesia tetap sangat prihatin terhadap bencana kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina. Meskipun kemajuan di satu kawasan merupakan perkembangan yang menggembirakan, masih banyak tantangan terhadap perdamaian dan stabilitas yang harus dihadapi,” kata Menlu RI menegaskan.

“ASEAN dan Rusia harus terus bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas. Di mana pun tantangan itu muncul," katanya.

AS dan Iran telah menandatangani secara elektronik MoU untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz. Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Rabu malam bahwa perjanjian tersebut telah mulai berlaku.

"Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah difinalisasi dengan tanda tangan para presiden. Sekarang saatnya menguji pelaksanaan perjanjian tersebut,” kata Baghaei kepada kantor berita IRNA dilansir Al Jazeera.

Sementara, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para wartawan telah menandatangani nota kesepahaman tersebut bersama Iran di Istana Versailles, dekat ibu kota Paris. Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa Trump telah menandatangani perjanjian tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....