Indonesia Dorong Kerja Sama Energi, Pangan, dan Konektivitas dengan Rusia

  • 18 Jun 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Selain sektor energi, Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pangan.
  • Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dengan Rusia untuk mendukung ketahanan energi, pangan, dan pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN.
  • Menlu Sugiono menyebut, Rusia memiliki peran strategis sebagai salah satu produsen energi utama dunia.

RRI.CO.ID, Kazan - Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dengan Rusia untuk mendukung ketahanan energi, pangan, dan pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN. Komitmen tersebut disampaikan Menlu RI Sugiono saat menghadiri Sesi Pleno pada KTT ASEAN-Rusia ke-35, Kamis, 18 Juni 2026 di Kazan, Rusia.

Menlu Sugiono menyebut, Rusia memiliki peran strategis sebagai salah satu produsen energi utama dunia. Utamanya, dapat membantu memperkuat ketahanan energi negara-negara ASEAN di tengah berbagai tantangan global.

"Sebagai salah satu produsen energi utama dunia, Rusia dapat menjadi mitra penting dalam memperkuat ketahanan energi ASEAN. Kita mencari kerja sama yang dapat mendiversifikasi sumber energi, memperkuat rantai pasok, dan melindungi kawasan kita dari guncangan eksternal," ujar Menlu RI yang hadir sebagai kepala delegasi RI mewakili Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Menlu Sugiono, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mencapai swasembada energi dalam tiga tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan sekaligus menjajaki berbagai sumber energi alternatif yang tersedia.

"Indonesia berkomitmen untuk mencapai swasembada energi dalam tiga tahun ke depan. Kami mempercepat pengembangan energi terbarukan dan menjajaki seluruh opsi yang tersedia, termasuk pemanfaatan teknologi nuklir sipil secara aman dan damai," katanya memaparkan.

Terkait pengembangan energi nuklir sipil, Indonesia memandang pengalaman Rusia dapat menjadi landasan kuat bagi kerja sama yang saling menguntungkan. Fokus kerja sama tersebut mencakup alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan standar keselamatan internasional yang tinggi.

Selain sektor energi, Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pangan. Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen utama gandum dan pupuk dunia yang dapat membantu menjaga stabilitas pasokan bagi negara-negara ASEAN.

"Kita harus bekerja sama untuk memastikan pasokan yang stabil dan dapat diprediksi bagi pasar ASEAN. Tujuan kita jelas, yaitu melindungi sistem pangan dari gangguan eksternal karena akses terhadap pangan yang terjangkau dan bergizi harus dapat dinikmati oleh setiap rumah tangga," ucapnya.

Lebih lanjut, Menlu RI mendorong penguatan integrasi ekonomi antarkawasan melalui peningkatan konektivitas antara ASEAN dan Eurasia. Ia menilai, kerja sama ekonomi yang lebih erat akan meningkatkan ketahanan kawasan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi seluruh negara yang terlibat.

Secara khusus Menlu Sugiono menyebut, KTT ASEAN-Rusia mencerminkan semangat ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Yaitu, menekankan kerja sama inklusif, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap Sentralitas ASEAN.

“Dalam semangat tersebut, Indonesia menyambut baik Deklarasi Kazan yang diadopsi hari ini, deklarasi ini merupakan langkah menuju arsitektur kawasan. Di mana negara-negara besar berinteraksi dengan ASEAN bukan semata-mata karena kepentingan strategis, tetapi juga sebagai mitra utama dalam memajukan dialog dan kerja sama,” kata Menlu RI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....