Indonesia-India Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif

  • 08 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan India sepakat memperkuat kemitraan di sektor perdagangan, investasi, dan industri strategis.
  • Kedua menlu membahas penguatan kerja sama bilateral dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara.
  • Sementara, JCM RI-India ke-9 direncanakan untuk diadakan di Jakarta.

RRI.CO.ID, New Delhi - Indonesia dan India sepakat memperkuat kemitraan di sektor perdagangan, investasi, dan industri strategis. Hal itu menjadi hasil pertemuan Menlu RI Sugiono dan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar.

Pertemuan ini juga menandai persiapan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia yang dijadwalkan pada Juli 2026. Kedua menlu membahas penguatan kerja sama bilateral dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara.

Yaitu, mencakup pertahanan, keamanan, kemaritiman, perdagangan, kesehatan, ketahanan pangan, konektivitas digital, sains dan teknologi, serta pariwisata dan kebudayaan. Beberapa prioritas yang didorong dalam pertemuan meliputi perundingan preferential trade agreement (PTA) hingga konektivitas sistem pembayaran digital.

“Kemudian, kerja sama hilirisasi industri strategis, pemulihan cagar budaya Indonesia, serta pendidikan tenaga kesehatan. Kemitraan Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” ujar Menlu Sugiono dalam Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 di New Delhi, India, Minggu, 7 Juni 2026.

Indonesia dan India juga memiliki kesamaan pandangan untuk memperkuat konektivitas maritim, termasuk melalui kemungkinan pengembangan pelabuhan Sabang. Upaya seperti ini harapannya dapat semakin mendukung peningkatan perdagangan bilateral RI-India, yang tahun lalu mencapai USD23,16 miliar.

Dibahas pula mengenai kerja sama dalam penguatan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Di antaranya harapan India untuk mendapatkan pasokan pupuk dari Indonesia.

Kedua Menlu juga bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama kesehatan serta keuangan. Termasuk melalui pengembangan kerja sama payment antara QRIS dan Unified Payment Interface (UPI).

Kedua pihak juga membahas perkembangan kawasan dan global serta mencermati kondisi geopolitik, yang berdampak terhadap ketahanan ekonomi berbagai negara. Sebagai dua negara demokrasi besar di Asia, Indonesia dan India memiliki peran strategis dalam mendorong kawasan Indo-Pasifik yang stabil.

JCM merupakan forum bilateral tingkat Menteri Luar Negeri yang pertama kali digelar di Yogyakarta pada 2003. Sementara, JCM RI-India ke-9 direncanakan akan diselenggarakan di Jakarta.

Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1949 dan keduanya termasuk pendiri Konferensi Asia-Afrika (1955) serta Gerakan Non-Blok (1961). Kedekatan kedua negara terus berlanjut hingga saat ini, terbukti dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS pada 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....