Turki Soroti Kerja Sama Pendidikan dan Pertahanan dengan Indonesia
- 07 Jun 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan menegaskan, kerja sama di bidang pendidikan, transfer teknologi, dan pertahanan akan menjadi fokus Indonesia-Turki.
- Khususnya, setelah pertemuan Menlu Turki Hakan Fidan dan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Kamis, 4 Juni 2026.
- Indonesia-Turki telah mendiskusikan langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan menegaskan, kerja sama di bidang pendidikan, transfer teknologi, dan pertahanan akan menjadi fokus Indonesia-Turki. Khususnya, setelah pertemuan Menlu Turki Hakan Fidan dan Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Talip, pembahasan antara Menlu Hakan Fidan dan Presiden Prabowo tidak hanya mencakup isu-isu regional dan global. Tetapi, juga langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sejumlah sektor strategis.
“Pertemuan antara Turki dan Indonesia berlangsung sangat ramah dan produktif. Mereka membahas isu-isu regional, beberapa isu global, dan juga isu-isu bilateral antara Turki dan Indonesia, di bidang pertahanan, teknologi, dan keamanan,” kata Talip ditemui di sela-sela pelaksanaan Hari Sarapan Sedunia, Minggu, 7 Juni 2026 di restoran Turki, Jakarta Selatan.
Talip mengatakan, Ankara melihat hubungan persahabatan dan kemitraan dengan Jakarta terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kedua negara berupaya memastikan berbagai program kerja sama yang telah dirintis dapat berjalan sesuai rencana.
Talip menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang akan terus mendapat perhatian bersama. Selain pendidikan, transfer teknologi dan kerja sama pertahanan juga dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Tentu saja, kita akan terus memantau semua hal terkait pendidikan. Seperti, yang saya katakan, transfer teknologi, dan isu pertahanan,” ujarnya menambahkan.
Menurut Talip, hubungan diplomatik Indonesia dan Turki saat ini berada pada titik terbaik. Ia menyinggung intensitas komunikasi yang semakin tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah saling melakukan kunjungan dalam beberapa waktu terakhir.
“Saat ini kita menikmati hubungan diplomatik terbaik antara Turki dan Indonesia. Baik Bapak Prabowo maupun Bapak Erdogan telah saling mengunjungi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Talip menilai Indonesia dan Turki memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih besar di tingkat global melalui penguatan kerja sama strategis. “Kami percaya Turki dan Indonesia dapat membuat perbedaan di forum internasional. Dan itulah mengapa kita bekerja sama hari ini,” ujarnya.
Selain, Talip mengungkapkan Menlu Hakan Fidan dan Presiden Prabowo juga membahas pembebasan WNI yang sebelumnya ditahan oleh Israel setelah mengikuti misi kemanusiaan Flotilla Sumud. Menurut dia, kedua pihak meninjau koordinasi yang telah dilakukan kementerian luar negeri masing-masing negara dalam menangani persoalan tersebut.
Sementara, Indonesia-Turki telah mendiskusikan langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan. Kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie pada kesempatan yang sama.
“Secara khusus kami membicarakan pertukaran teknologi. Beberapa di antaranya sebenarnya telah terjadi di sini. Kami juga membahas perluasan kerja sama ke bidang STEM dan kedokteran, khususnya karena itulah yang sangat dipedulikan Presiden Prabowo,” ujar Wamen Stella.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....