KBRI Yaounde Gelar Upacara dan Diskusi Peringatan Hari Lahir Pancasila
- 04 Jun 2026 08:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peringatan Hari Lahir Pancasila juga diselenggarakan para diaspora Indonesia di Afrika yang berpusat di KBRI Yaounde, Kamerun.
RRI.CO.ID, Yaounde – Jauh dari tanah air tidak melunturkan semangat nasionalisme para diaspora Indonesia di Afrika. Mengambil momentum bersejarah, Kedutaan Besar RI (KBRI) Yaounde, Kamerun, menggelar rangkaian Upacara dan Diskusi Kebangsaan guna memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026.
Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri sekitar 25 hingga 30 warga negara Indonesia (WNI). Peringatan tahun ini dikemas dalam tiga agenda utama yaitu upacara bendera, diskusi kebangsaan interaktif, dan ramah tamah.
Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan ideologi Pancasila bukan sekadar teks sejarah. "Pancasila juga menjadi jangkar pemersatu bangsa sekaligus fondasi utama dalam diplomasi luar negeri Indonesia," ujarnya.
Usai upacara, atmosfer acara mencair saat memasuki sesi Diskusi Kebangsaan. Minister Counsellor KBRI Yaounde, Isman Pasha, menyajikan materi kilas balik bertajuk "Dari Bawah Pohon Sukun ke Elang Garuda".
Melalui paparannya, Isman mengupas tuntas perjalanan historis dan filosofis para pendiri bangsa saat merumuskan Pancasila. Dia juga menggarisbawahi urgensi Piagam Jakarta sebagai bagian dari cetak biru dan tujuan besar yang dicita-citakan para founding fathers.
Penyampaian yang dinamis memicu diskusi interaktif dan mendalam. Para diaspora diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila saat hidup di perantauan.
Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini diakhiri dengan acara ramah tamah. Ini menjadi momen interaksi pihak KBRI Yaounde dengan komunitas WNI di Kamerun, sekaligus mempererat silatutrahmi di negeri oang.
Agung mengimabu diaspora Indonesia untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat akan nilai-nilai kebangsaan. "Di mana pun berada, Pancasila tetap menjadi rumah bersama yang mempersatukan bangsa," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....