Menlu Sugiono Dukung Madagaskar Buka Perwakilan Resmi di Indonesia

  • 03 Jun 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Madagaskar menjajaki pembukaan perwakilan di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
  • Madagaskar juga telah mulai mengajukan sejumlah nama yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut sebagai representasi negara mereka di Indonesia.
  • Selain faktor sejarah dan budaya, Menlu Sugiono menyoroti posisi geografis Madagaskar yang dinilai strategis sebagai salah satu pintu masuk ke kawasan Afrika.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Madagaskar menjajaki pembukaan perwakilan di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Menlu RI Sugiono mengatakan pembahasan mengenai rencana tersebut sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan kini kembali didorong untuk direalisasikan.

Menurut Sugiono, langkah awal yang kemungkinan ditempuh adalah melalui penunjukan honorary consul atau konsul kehormatan. Ia menyebut pihak Madagaskar juga telah mulai mengajukan sejumlah nama yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut sebagai representasi negara mereka di Indonesia.

“Sebenarnya ini idenya sudah lama, cuma belum pernah terimplementasikan, sudah dibahas lagi, mereka progressing lah ya. Mungkin dimulai dari honorary consul, tadi juga sudah mulai dilempar beberapa nama oleh pihak Madagaskar dan kita berharap ada perwakilannya di Jakarta,” ujar Menlu Sugiono kepada awak media usai menggelar pertemuan dengan Menlu Madagaskar Alice N'Diaye, Rabu, 3 Juni 2026, malam di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta.

Menlu Sugiono menilai hubungan Indonesia dan Madagaskar memiliki karakter yang berbeda dibandingkan hubungan bilateral pada umumnya. Kedua negara, kata dia, memiliki kedekatan sejarah yang panjang yang tercermin dari keterkaitan akar budaya, bahasa, dan jejak migrasi leluhur yang menghubungkan masyarakat di kedua wilayah.

“Hubungan antara Indonesia dan Madagaskar itu bukan sekadar hubungan bilateral yang biasa, tetapi juga we share the same root. Ada semacam kedekatan genetik, kedekatan budaya juga, bahasanya juga sama, berakar dari bahasa yang sama dengan beberapa suku, khususnya di Kalimantan,” kata Menlu Sugiono menambahkan.

Selain faktor sejarah dan budaya, Menlu Sugiono menyoroti posisi geografis Madagaskar yang dinilai strategis sebagai salah satu pintu masuk ke kawasan Afrika. Negara kepulauan di Samudra Hindia itu juga memiliki SDA melimpah, terutama mineral yang dibutuhkan untuk pengembangan industri dan teknologi maju.

Dengan berbagai potensi tersebut, pemerintah Indonesia memandang perlu adanya peningkatan hubungan dan kerja sama yang lebih erat dengan Madagaskar. Kehadiran perwakilan resmi Madagaskar diharapkan dapat memperlancar komunikasi diplomatik sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di banyak bidang.

Sementara, pertemuan bilateral Menlu Sugiono dan Menlu Alice N'Diaye turut dirangkaikan dengan penandatanganan dua perjanjian penting bagi Indonesia dan Madagaskar. Yaitu, Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral (JCBC) dan Perjanjian tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....