Badai Jangmi Lukai 15 Orang dan Picu Evakuasi 800.000 Warga di Jepang

  • 03 Jun 2026 13:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badai tropis Jangmi melukai 15 orang dan memicu evakuasi lebih dari 800.000 warga di Prefektur Miyazaki dan Kagoshima akibat ancaman banjir serta tanah longsor.
  • Cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan dan gangguan infrastruktur, termasuk pemadaman listrik yang memengaruhi lebih dari 47.000 rumah tangga di Okinawa dan Kagoshima.
  • Jangmi bergerak menuju Tokyo dan berdampak pada transportasi, dengan ratusan penerbangan dibatalkan, sejumlah sekolah ditutup, serta potensi gangguan transportasi umum di kawasan ibu kota Jepang.

RRI.CO.ID, Miyazaki — Badai tropis Jangmi menghantam wilayah barat daya Jepang pada Selasa, 2 Juni 2026. Badai tersebut menyebabkan sedikitnya 15 orang terluka dan memicu peringatan evakuasi bagi lebih dari 800.000 warga.

Jangmi sebelumnya berstatus topan sebelum diturunkan menjadi badai tropis yang membawa hujan deras dan angin kencang. Badai tersebut meningkatkan risiko banjir serta tanah longsor, terutama di Prefektur Miyazaki dan Kagoshima di Pulau Kyushu.

Cuaca ekstrem juga melanda Okinawa, di mana angin kencang menumbangkan pohon setinggi 10 meter dan menyebabkan gangguan luas. Sekitar 17.000 rumah tangga di Okinawa dan lebih dari 30.000 rumah tangga di Kagoshima mengalami pemadaman listrik.

Melansir dari CNA, Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan sebanyak 15 orang mengalami luka-luka akibat badai tersebut. Sebagian korban terluka karena benda-benda yang diterbangkan angin menghantam kendaraan, sementara lainnya kehilangan keseimbangan akibat terpaan angin kencang.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, pada Selasa, 2 Juni 2026 sore, Jangmi berada di dekat ujung selatan Kyushu. Badai tersebut memiliki kecepatan hembusan angin maksimum mencapai 90 kilometer per jam.

Badai tersebut diperkirakan terus bergerak ke arah timur laut dan mendekati Tokyo pada Rabu, 3 Juni 2026. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan gangguan aktivitas di kawasan ibu kota.

Pemerintah Jepang memperingatkan bahwa sistem transportasi umum di Tokyo dan kota-kota sekitarnya berpotensi mengalami gangguan ketika badai mendekat. Warga di daerah yang diperkirakan terdampak diminta untuk terus memantau informasi evakuasi dan mengambil langkah-langkah keselamatan sejak dini.

Sejumlah sekolah di Tokyo juga mengumumkan penutupan sementara demi menjamin keselamatan siswa selama perjalanan ke dan dari sekolah. Dampak badai turut dirasakan sektor penerbangan.

All Nippon Airways dan Japan Airlines membatalkan sekitar 600 penerbangan yang dijadwalkan berlangsung antara Senin hingga Rabu. Sementara itu, Singapore Airlines menjadwal ulang 14 penerbangan yang melayani rute Singapura menuju Osaka, Nagoya, dan Tokyo.

Maskapai tersebut menyatakan akan menghubungi seluruh penumpang yang terdampak perubahan jadwal. Penumpang yang terdampak akan ditawari opsi penerbangan alternatif.

Mereka juga dapat mengajukan pengembalian dana penuh untuk bagian tiket yang belum digunakan. Pihak maskapai mengingatkan kondisi cuaca yang masih dinamis dapat menyebabkan gangguan tambahan pada jadwal penerbangan beberapa hari ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....