Ledakan Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan Puluhan Orang
- 02 Jun 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ledakan di gudang penyimpanan bahan peledak tambang di Negara Bagian Shan, Myanmar, menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 lainnya.
- TNLA menyebut bahan peledak jenis gelignite disimpan untuk kebutuhan pertambangan, sementara penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ledakan terjadi di sebuah bangunan penyimpanan bahan peledak tambang di wilayah timur laut Myanmar Minggu, 1 Juni 2026. Dilansir Anadolu, insiden tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 45 warga setempat dan melukai puluhan lainnya.
Ledakan terjadi sekitar tengah hari di Desa Kaungtup, Kota Namhkam, Negara Bagian Shan. Kawasan tersebut berada sekitar tiga kilometer dari perbatasan Tiongkok dan saat ini dikuasai oleh Ta’ang National Liberation Army (TNLA).
Media pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan ledakan itu juga menyebabkan kerusakan parah pada banyak rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan temuan awal, bangunan tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan peledak tambang dalam jumlah besar.
Sejumlah media lokal Myanmar menyebut jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 50 hingga 55 orang. Sementara itu, sekitar 70 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Foto dan video yang beredar di media lokal memperlihatkan kepulan asap besar membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Sejumlah bangunan tampak rusak parah dengan puing-puing berserakan di berbagai sudut area terdampak.
Media lokal Shwe Phee Myay melaporkan bahwa di antara para korban terdapat 25 perempuan dan 30 laki-laki. Selain itu, puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan dan beberapa korban diyakini masih terjebak di lokasi saat proses pencarian terus berlangsung.
Petugas darurat juga mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darah ke Rumah Sakit Umum Kota Namhkam guna membantu penanganan korban luka. Tim penyelamat dilaporkan masih terus melakukan operasi evakuasi di area terdampak ledakan.
Melalui pernyataan di kanal Telegram resminya, TNLA menyebut bahan peledak jenis gelignite disimpan untuk kebutuhan pertambangan dan penggalian batu. TNLA juga menyatakan penyelidikan telah dilakukan guna mengetahui penyebab pasti ledakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....