Kepolisian Kenya Tangkap Delapan Siswi atas Dugaan Terlibat Pembakaran Asrama

  • 01 Jun 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepolisian Kenya telah menangkap delapan siswi yang diduga terlibat dalam pembakaran asrama di sekolah Utumishi Girls Academy di Gilgil, Kamis, 28 Mei 2026.
  • Kebakaran menghanguskan lantai atas asrama yang memiliki 135 tempat tidur susun ini menyebabkan 16 siswi tewas.
  • Menteri Pendidikan Julius Ogamba mengatakan temuan awal menunjukkan telah terjadi beberapa pelanggaran.

RRI.CO.ID, Nairobi - Kepolisian Kenya telah menangkap delapan siswi yang diduga terlibat dalam pembakaran asrama di sekolah Utumishi Girls Academy di Gilgil, Kamis, 28 Mei 2026. Sekolah berasrama ini terletak sekitar sekitar 120 km (77 mil) barat laut Ibu Kota Nairobi.

Kebakaran menghanguskan lantai atas asrama yang memiliki 135 tempat tidur susun ini menyebabkan 16 siswi tewas. Hingga Jumat lalu selain melaporkan telah menangkap delapan siswi, otoritas setempat turut menyebut 79 orang terluka akibat kebakaran.

Pihak berwenang mengatakan administrator sekolah akan menghadapi tindakan disiplin karena pelanggaran keselamatan. Yaitu, setelah pintu keluar ditemukan terkunci selama kepanikan untuk melarikan diri dari gedung, dilansir AP News.

Beberapa saat pasca kebakaran mematikan itu pihak kepolisian juga menahan 30 siswa semalaman untuk diinterogasi. Adapun Sekolah Putri Utumishi, dikelola dan disponsori oleh kepolisian, dan banyak siswi merupakan anak dari petugas polisi.

“Para penyelidik telah melakukan wawancara ekstensif dengan siswa, staf pengajar, dan saksi lainnya. Sementara tim forensik melakukan peninjauan rinci terhadap rekaman CCTV yang tersedia,” kata juru bicara bagian investigasi kepolisian nasional, dalam sebuah pernyataan, John Marete.

Sedangkan, penetapan identifikasi kedelapan siswi sebagai orang yang dicurigai terkait perencanaan dan eksekusi kebakaran tersebut, berdasarkan hasil wawancara. Serta, peninjaun forensik rekaman CCTV, kata Kepolisian Nasional dalam sebuah pernyataan dilaporkan BBC.

Kepolisian Kenya memastikan investigasi terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Polisi mengatakan para siswi tersebut ditahan untuk diinterogasi setelah dilacak ke rumah mereka dan dibawa kembali ke sekolah.

Sementara yang lain yang tetap berada di daerah tersebut juga dilacak dan ditahan. Mengenai dampak kebakaran tersebut, Menteri Pendidikan Julius Ogamba mengatakan temuan awal menunjukkan telah terjadi beberapa pelanggaran.

Yaitu, terhadap langkah-langkah keselamatan di sekolah tersebut, termasuk kepadatan berlebihan di asrama dan pintu keluar yang terkunci. "Secara khusus, terjadi kepadatan di asrama dan satu pintu keluar terkunci, bertentangan dengan persyaratan keselamatan yang telah ditetapkan," katanya.

Akibat kebakaran mematikan itu, Menteri Ogamba membubarkan dewan pengelola sekolah dan memerintahkan tindakan terhadap kepala sekolah. Serta, menegaskan langkah-langkah disiplin dan hukum yang sesuai akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.

Saat para penyelidik melanjutkan pekerjaan mereka di lokasi kejadian, orang tua dan kerabat yang cemas menunggu kabar tentang orang yang mereka cintai terlihat menangis. Keamanan telah ditingkatkan di sekitar sekolah karena semakin banyak orang menuntut jawaban dan pertanggungjawaban.

Presiden Kenya William Ruto mengatakan kebakaran itu adalah tragedi yang tak terbayangkan. "Hati dan doa kami bersama keluarga yang telah kehilangan putri tercinta mereka," katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial dikutip DW.com.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....